Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Masih Banyak Angkutan Umum dan Barang Langgar KP dan Mati Keur

Rabu, 05 Mei 2021 | 15:01 WIB Last Updated 2021-05-05T08:01:00Z

Dua anggota Tim Riksaranmorgabpolsipat saat memeriksa kelengkapan administrasi yang dimiliki angkutan barang yang melintasi Jalan Raya Painan-Bengkulu di depan Terminal Sago, Painan. (ist)


MJNews.id - Pelanggaran kartu pengawas (KP) dan keur mati masih dominan terjadi dan dilakukan angkutan umum dan angkutan barang di Sumbar.


Hal itu diketahui dari hasil razia yang dilakukan Dinas Perhubungan Sumbar bersama Tim Pemeriksaan Kendaraan Bermotor Pola Sidang di Tempat (Riksaranmorgabpolsipat) pada 26-27 April 2021 lalu di Terminal Sago, Painan, Pesisir Selatan.


Kepala Dinas Perhubungan Sumbar diwakili Kabid Lalu Lintas dan Pembinaan, Era Oktaviadi, mengatakan, di hari pertama razia yang dilaksanakan secara gabungan tersebut ditemukan 27 pelanggaran yang dilakukan angkutan barang, angkutan penumpang AKPD dan AKAP. Kemudian di hari kedua meningkat menjadi 28 kasus. “Kasus terbanyak masih seputar pelanggaran KP atau kartu pengawas dan mati keur,” terangnya.


Sesuai tema kegiatan yakni pola sidang di tempat, maka kepada seluruh pelanggar langsung dilakukan sidang di tempat. 


Di saat sidang, Hakim memberikan sanksi sesuai jenis pelanggaran yang dilakukan para pelanggar. 


Era yang saat itu didampingi Koordinator Lapangan, Elvis menerangkan, razia yang dilaksanakan di Painan merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang dilakukan di Padang Panjang 5-6 April 2021 lalu. 


Di tahun sebelumnya, karena merebaknya pandemi Covid-19, tidak dilaksanakan kegiatan Riksaranmorgabpolsipat. Sama halnya dengan yang di Padang Panjang di Painan juga ditemukan masih banyaknya angkutan yang melanggar KP dan mati keur. 


Untuk itu, pihaknya telah melaporkan ke kabupaten/kota tempat domisili kendaraan, agar pemilik kendaraan segera mengurus izin atau KP mereka. “Untuk yang mati KP, jika tidak segera diurus, nanti izinnya akan kami bekukan,” tegasnya lagi.


Keur menurut Era sangat penting dilakukan, karena menyangkut dengan keselamatan. Baik untuk para penumpang ataupun orang lain di jalan raya. Begitu juga dengan KP, karena menyangkut kenyamanan para pengguna angkutan umum. Dari itu ditegaskannya, seluruh pengguna jalan dapat memenuhi aturan yang ditetapkan. 


Apalagi tidak dapat ditampik, tingginya angka kecelakaan di jalan, salah satunya disumbang oleh tingginya usia kendaraan khususnya angkutan umum, baik AKDP, AKAP, Angkot, dan Angdes yang dengan alasan ekonomi masih terus dipaksakan beroperasi. “Ini yang akhir nya menjadi penyebab kecelakaan dan mengganggu pengguna jalan lainnya,” sebutnya.


Riksaranmorgabpolsipat juga melibatkan BPTD Wilayah II Sumbar, Dinas Perhubungan Pesisir Selatan, Kejaksaan Negeri, Satlantas Polres Pesisir Selatan, Subdenpom TNI AD, dan juga PT Jasa Raharja Sumbar.


(***)


loading...



×
Berita Terbaru Update