Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 23 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
49.500 598 45.602 1.143
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Objek Wisata di Kota Pariaman Ditutup Lagi

Senin, 17 Mei 2021 | 08:02 WIB Last Updated 2021-05-17T01:36:52Z
Petugas dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD dan jajaran Dinas Kesehatan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Pariaman sedang menggelar apel gabungan penutupan objek-objek wisata di Pantai Gandoriah, Minggu 16 Mei 2021. (ist)

MJNews.id - Meski berada di zona kuning, Kepolisian Resor Kota Pariaman, kemarin (Minggu - Redaksi), menutup seluruh obyek wisata di wilayah 'kota tabuik' buat wisatawan, yaitu untuk meminimalisir penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).


Tadinya, sesuai surat edaran Gubernur Sumatera Barat, daerah yang berada di zona kuning, dibenarkan membuka objek wisata serta menggelar takbiran dan shalat Idul Fitri berjemaah. Namun, harus mengikuti protokol kesehatan.


"Kota Pariaman adalah satu dari empat daerah zona kuning di Sumatera Barat," ungkap Kapolres AKBP Deny Rendra Laksamana dalam apel gabungan penutupan obyjek wisata di daerah tersebut, Minggu 16 Mei 2021.


Dari empat daerah zona kuning, Pariaman adalah yang memiliki banyak objek wisata. Sesuai ketentuan, objek-objek wisata itu boleh dibuka dengan membatasi jumlah pengunjung, yaitu sampai 50 persen dari daya tampung kawasan dan, itupun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 


Ternyata, kata Kapolres, meski pihaknya telah melakuan pengetatan di pintu-pintu masuk, namun para pedagang dan wisatawan tidak tertib juga dengan protokol kesehatan. Makanya, pihak kepolisian bersama pemerintah setempat memutuskan untuk menutup objek-objek wisata yang ada selama dua hari, Minggu dan Senin.


Penutupan dilakukan dalam guna meminimalisir penyebaran Covid-19. 


Menurut Kapolres, terjadinya ledakan pengunjung di objek wisata yang ada di Pariaman, antara lain karena objek-objek wisata yang ada di daerah lain ditutup. Hal itu tentu tidak bisa dibiarkan. Sebab bisa memicu pertambahan kasus Covid-19.


"Dalam hal ini, keselamatan masyarakat lebih utama, kami harap masyarakat dapat liburan di rumah. Ini merupakan hikmah dapat berkumpul bersama keluarga," katanya.

Ia menyampaikan pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada pedagang terkait dengan keputusan ditutupnya objek wisata di Pariaman secara mendadak.


Dia pun minta masyarakat dan pedagang untuk dapat memahami keputusan tersebut. "Ya, lebih baik sehat dulu, dari pada untung tapi kita sakit," ujarnya.


Sebelumnya diberitakan dengan judul Objek Wisata Pariaman Dibuka, Cuma Boleh 25 Persen pada Sabtu 15 Mei 2021, Walikota Pariaman, Genius Umar memimpin apel gabungan yang diikuti, personel Polri, TNI, Dishub, Satpol PP dan Damkar, BPBD dan Dinas Kesehatan, Jumat 14 Mei 2021, di Pantai Muaro.


Genius Umar mengatakan, destinasi wisata di Kota Pariaman dibuka, namun dilakukan Prokes Covid-19 yang ketat. Di Kota Pariaman terdapat lima titik destinasi wisata yang dapat dikunjungi masyarakat. Di tempat tersebut disiagakan petugas Satgas Covid-19, untuk melakukan pengecekan suhu pengunjung yang masuk areal wisata.


Saat itu, Walikota berharap kepada semua masyarakat dan pengunjung yang datang agar tetap mematuhi Prokes yang ada, dengan menerapkan 3 M yang wajib untuk dilakukan. Yakni mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker di lokasi wisata khususnya dan di luar rumah umumnya.


(aa) 

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update