Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 17 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
48.441 628 44.295 1.108
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Oknum Polisi Penembak Mati Deki ‘Golok’ di Solsel Segera Disidang

Jumat, 28 Mei 2021 | 00:25 WIB Last Updated 2021-05-28T07:03:33Z
Kombes Pol Satake Bayu Setianto.


JAKARTA, MJNews.id - Anggota Polres Solok Selatan, Brigadir KR yang menembak mati tersangka kasus perjudian, Deki ‘Golok’, segera disidang. Berkas perkara Brigadir KR sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa atau P21.


“Jadi kasusnya Deki yang Solok Selatan itu berkasnya sudah P21. Jadi berkasnya sudah diterima kejaksaan dan kita sudah menerima informasi bahwa yang bersangkutan sudah P21 itu hari Senin (24/5) kemarin,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi detikcom, Kamis 27 Mei 2021.


Satake menjelaskan, pihaknya akan menyerahkan Brigadir KR ke kejaksaan secepatnya. Pihaknya juga akan menyerahkan bukti secepatnya.


“Dan selanjutnya Polda berkewajiban menyerahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan. Nah ini akan diserahkan secepatnya ya, minggu ini lah akan kita serahkan ke kejaksaan,” ucap Bayu.


Bayu menjelaskan, terkait sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap Brigadir KR, kepolisian masih menunggu hasil keputusan sidang pidana. Meski demikian, lanjut Bayu, pemberkasan untuk sidang KKEP tetap berjalan.


“Nunggu ada hasil dari putusan sidang (perkara pidana, red). Walaupun berkas sambil jalan sudah dibuat. Untuk pasal memang ada permintaan dari kejaksaan kemarin. Kan karena yang ada dikembalikan lagi itu salah satunya ada beberapa permintaan pasal yang harus dipenuhi. Kita sudah perbaiki kemudian sudah diserahkan kembali ke kejaksaan untuk pasal-pasalnya,” terang dia.


Sebelumnya, Polri angkat bicara soal kematian Deki ‘Golok’. Polri menyebut penembakan terjadi saat Deki hendak diringkus pada 27 Januari 2021 lalu.


“Penembakan oleh anggota di Solok Selatan, Polda Sumbar. Tentunya, kasus itu terjadi pada hari Rabu pada 27 Januari tahun 2021 sekitar jam 14.30 WIB. Ya tentunya dengan adanya penembakan terhadap pelaku tersangka DPO, tentunya dari pihak kepolisian terutama yang melakukan penangkapan kemudian melakukan penembakan itu, tetap kita berikan sanksi,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (9/2) lalu.


Argo mengatakan anggota polisi itu disanksi karena telah membuat nyawa seseorang melayang. Semua polisi yang terlibat dalam penangkapan Deki ‘Golok’ dikenai sanksi. “Karena telah menghilangkan nyawa orang, tentu sanksi itu adalah sanksi pidana dan sanksi etik,” ucap dia.


Argo membeberkan polisi yang menembak Deki ‘Golok’ merupakan brigadir berinisial KR. Atas perbuatannya itu, KR dikenai Pasal 351 ayat (3) KUHP yang berbunyi, ‘jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun’.


“Pertama untuk tersangka brigadir KR, itu yang sebagai pelaku penembakan, kita lakukan tindakan pemeriksaan pidana. Yang bersangkutan kita kenakan Pasal 351 ayat 3 KUHP. Saat ini yang bersangkutan tersangka brigadir KR ini sudah dilakukan penahanan di Direktorat Reserse Umum (Polda Sumbar) pada tanggal 31 Januari 2021,” paparnya.


(*/dtc) 

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update