Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 14 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
47.885 622 43.496 1.089
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Realisasi Dana Desa di Sumbar Capai Rp 322,28 Miliar

Kamis, 27 Mei 2021 | 12:00 WIB Last Updated 2021-05-27T05:00:00Z


PADANG, MJNews.id - Data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumbar menunjukkan, sampai 25 Mei 2021, realisasi Dana Desa di provinsi ini sudah mencapai Rp322,28 miliar yang terdiri dari 231,05 miliar dana desa, Rp50,91 miliar Earmarked 8 persen, dan Rp40,31 miliar BLT Desa. Jumlah ini mencapai 32,47 persen dari total Rp992.597.548.000.


Dari 14 kabupaten/kota penerima, Sijunjung merupakan kabupaten dengan realisasi tertinggi, yakni 40,17 persen atau sebesar Rp25.044.844.800 dari pagu anggaran Rp62.342.074.000.


Di posisi kedua, Kota Sawahlunto dengan realisasi 39,33 persen atau Rp11.841.667.600 dari pagu anggaran Rp30.109.763.000.


Di posisi ketiga Kabupaten Dharmasraya dengan realisasi 38,29 persen atau sebesar Rp21.647.665.600 dari pagu anggaran Rp55.540.066.000. 


Seterusnya Agam dengan realisasi 37,95 persen atau sebesar Rp30.347.451.000 dari pagu anggaran Rp79.977.047.000.


Selanjutnya Pesisir Selatan dengan realisasi mencapai Rp63.892.879.000 atau 37,63 persen dari pagu anggaran Rp169.802.227.000.


Berikutnya, Limapuluh Kota dengan realisasi 37,60 persen atau Rp30.730.123.200 dari Rp81.722.352.000 pagu anggaran.


Sementara Kabupaten Pasaman baru merealisasikan dana desanya sebesar 37,45 persen atau sebesar Rp19.346.465.400 dari pagu anggaran Rp51.662.548.000. Prosentase ini masih lebih tinggi dari Kabupaten Solok dengan realisasi 37,05 persen atau Rp30.102.327.600 dari pagu anggaran Rp81.257.319.000.


Kota Pariaman dengan pagu anggaran mencapai Rp49.758.531.000 baru merealisasikannya sebesar 36,30 persen Rp18.064.112.400.


Kabupaten Solok Selatan dengan pagu anggaran Rp49.688.372.000 telah merealisasikan anggaran tersebut 35,12 persen atau Rp16.749.322.400.


Kabupaten Kepulauan Mentawai telah merealiasasikan dana desanya 32,14 persen atau Rp19.558.425.160 dari pagu anggaran Rp71.180.798.000.


Dari ke-14 daerah tersebut, terendah realisasi di Padang Pariaman, yakni 12,62 persen atau baru Rp12.587.210.880 dari pagu anggaran Rp99.705.928.000.


Posisi terendah kedua Tanah Datar yang yang baru mampu merealiasasikan dana desa sebesar Rp11.902.600.800 atau 16,72 persen daei pagu anggaran Rp71.180.798.000. Nomor tiga terakhir Pasaman Barat dengan realisasi Rp10.464.158.000 atau 20,93 persen dari Rp49.994.645.000.


Kepala Kanwil DJPb Sumbar, Heru Pudjo Nugroho mengatakan, Dana Desa adalah dana yang dialokasikan dalam APBN yang diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota. Dana tersebut lanjutnya, digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.


Pada tahun 2021 ini, telah ditetapkan beberapa prioritas penggunaan Dana Desa dalam program pemulihan perekonomian Desa, yakni untuk Program Padat Karya Tunai, Jaring pengaman sosial berupa bantuan langsung tunai, Pemberdayaan UKM dan sektor usaha pertanian, dan (Program pengembangan potensi desa, produk unggulan desa, kawasan pedesaan melalui peningkatan peran BUMDes.


Heru juga menyebutkan, jaring pengaman sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa sejak tahun lalu menjadi prioritas utama dalam penggunaan Dana Desa.


“BLT Desa menjadi salah satu faktor penting dalam menahan kenaikan kemiskinan maupun jumlah pengangguran di desa,” tegasnya. 


Sasaran penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa adalah keluarga miskin nonprogram keluarga harapan/bantuan pangan nontunai antara lain masyarakat yang kehilangan mata pencaharian; belum terdata (exclusion error); dan mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun/kronis.


(rls)


loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update