Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 23 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
49.500 598 45.602 1.143
sumber: corona.sumbarprov.go.id

SDM 16 Ribu Kelompok Tani Sumbar Ditingkatkan dengan Pelatihan dan Praktek Lapangan

Rabu, 26 Mei 2021 | 09:03 WIB Last Updated 2021-05-26T06:40:17Z
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dalam dialog Food Summit 2021 di Jakarta, Selasa 25 Mei 2021.

JAKARTA, MJNews.id - Saat ini Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Provinsi Sumbar mempunyai 16.000 kelompok tani. Untuk meningkatkan SDM-nya, kita melakukan pelatihan-pelatihan di kelas, membuat percontohan-percontohan pertanaman di lapangan sehingga petani bisa melihat dan mengerjakan sendiri dengan penerapan teknologi, kemudian sekolah-sekolah lapangan yaitu belajar langsung dengan praktek, kemudian melakukan pembinaan dan pendampingan agar petani mampu menerapkan teknologi yang sudah kita kembangkan dan berikan.


Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah dalam dialog Food Summit 2021 di Jakarta, Selasa 25 Mei 2021.


Gubernur mengatakan, sementara bagi nelayan pengolah, kita berikan pelatihan diversifikasi produk hasil perikanan sehingga banyak timbul inovasi-inovasi pengolahan hasil perikanan. 


"Pada saat ini sudah ada sekitar 160 jenis produk hasil perikanan seperti nugget ikan, crispy ikan, abon ikan, burger ikan, pizza ikan, sate ikan, bakso ikan, rendang ikan dan jenis produk lainnya. Selama ini olahan ikan hanya olahan tradisionil, kini sudah banyak olahan milenial sesuai dengan permintaan pasar," ujar Mahyeldi Ansharullah.


Mahyeldi juga menyampaikan, potensi dan pengaruh pangan terhadap sektor pariwisata jelas sangat terkait. Misalnya ketersediaan daging sapi tentu akan mendukung branding randang sebagai ikon pariwisata kuliner Sumbar. 


"Ketersediaan beras unggulan seperti beras solok yang wangi akan mendukung promosi nasi padang yang sangat diminati wisatawan. Ketersediaan hasil laut seperti ikan, udang dan lain-lain akan mendukung berkembangnya potensi kuliner laut di berbagai destinasi dan objek wisata di wilayah pesisir," ujarnya.


Gubernur mengatakan, program dan strategi yang telah dilakukan antara lain; Penyusunan Perda Penyelenggaraan Pariwisata Halal pada tahun 2020, di mana tahun 2021 akan diturunkan menjadi penjabaran beberapa pergub termasuk kuliner halal.


"Sudah dan terus akan dilakukan fasilitasi untuk mendapatkan sertifikat halal bagi para pelaku kuliner," katanya.


Mahyeldi menerangkan, saat ini sedang dilakukan identifikasi potensi dan mapping kuliner Sumatera Barat, baik jenis maupun pelaku untuk kemudian diberikan sosialisasi dan supervisi perbaikan kualitas, pendaftaran merk, promosi dan lain-lain. Terus dilakukan upaya pembentukan branding untuk produk-produk kuliner unggulan (randang, gulai itiak lado hijau, lamang tapai, teh talue, teh kawa daun, dan lain-lain) menjadi ikon pariwisata Sumatera Barat.


Terkait dengan distribusi dan pengendalian harga, Pemerintah Sumatera Barat melakukan dengan kegiatan, menggelar pasar murah melalui Toko Tani Indonesia Centre (TTIC), memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam cabe, bawang merah, dan beternak unggas (ayam dan itik), melakukan operasi pasar bersama Bulog dan kabupaten/kota dan mengaktifkan peran Satgas Pangan dengan memonitoring harga sembako setiap minggu bersama OPD terkait.


"Pada tahun ini, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas menetapkan Provinsi Sumatera Barat sebagai provinsi terbaik, salah satu keberhasilannya adalah memiliki kebijakan yang mampu memberi dampak pengendalian harga dan akses pangan kepada masyarakat," katanya.


Mahyeldi mengatakan, dukungan Pemerintah Pusat dalam pengembangan pertanian di Sumbar antara lain, diberikan anggaran setiap tahun untuk pengembangan komoditi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan lebih dari 100 milyar yg digunakan untuk pembelian benih, pupuk, alsintan, pelatihan, pendampingan, koordinasi, dan lain-lain.


"Kita telah membuat kebijakan mendorong masyarakat membiasakan mengkonsumsi produk pertanian lokal, aman, beragam, sehat, dan berimbang salah satumya dengan mengkonsumsi produk pertanian organik," ajaknya.


Dalam sesi dialog tersebut, Mahyeldi juga menyampaikan, untuk mengatasi masalah ketersediaan pupuk, agar kebijakan penetapan HET dapat ditetapkan secara lokal dan subsidi yang diberikan kepada petani adalah subsidi harga pupuk. 


"Sehubungan dengan permasalahan, harapannya KUR untuk sektor pertanian dapat ditetapkan sebesar 30% dan syarat jaminan untuk kredit sektor pertanian ditiadakan," harapannya.


(Adpim Sumbar)

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update