Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Setahun Pandemi Covid-19, Masyarakat Diimbau Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Minggu, 02 Mei 2021 | 01:27 WIB Last Updated 2021-05-02T08:12:54Z
Video conference Rapat Pengendalian Covid-19 pasca setahun pandemi yang digelar oleh Kemendagri melalui Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan di Ruang Rapat Walikota Pariaman, Sabtu 1 Mei 2021. (humas)

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman, Elfis Chandra (kiri) saat mengikuti vidcon Rapat Pengendalian Covid-19 Pasca Setahun Pandemi di Ruang Rapat Walikota Pariaman, Sabtu 1 Mei 2021. (humas)


MJNews.id - Setelah setahun lebih Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, pemerintah imbau masyarakat untuk tetap memeatuhi protokol kesehatan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Sonny Harry B Harmadi melalui video conference (vidcon) Rapat Pengendalian Covid-19 pasca setahun pandemi yang digelar oleh Kemendagri melalui Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan di Ruang Rapat Walikota Pariaman, Sabtu 1 Mei 2021.


Sonny Harry B Harmadi mengatakan secara global penambahan kasus harian Covid-19 mengalami kenaikan. “Beberapa negara mencatat lonjakan kasus, dengan penyumbang terbesar adalah India dimana pada 30 April 2021 kasus harian mencapai 380 ribu. Sementara di Indonesia sendiri sedang dalam periode tren penurunan kasus harian”, ujarnya.


Ia juga menyampaikan bahwa penanganan kasus Covid-19 tidak dapat bergantung pada upaya kesehatan seperti vaksinasi dan pengobatan. Upaya penanganan Covid-19 harus dimulai dari masyarakat itu sendiri untuk dapat beradaptasi dengan situasi baru.


“Untuk itu, diperlukan sebuah konsep perubahan prilaku yang akan membantu masyarakat untuk bisa beradaptasi dengan situasi Covid-19 lebih cepat. Perubahan prilaku ini bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19”, ulasnya.


“Masyarakat menjadi ujung tombak penanganan Covid-19 dengan mengkombinasikan 3M (masker, menjaga jarak dan mencuci tangan), dan 3T (testing, tracing dan treatment) serta vaksinasi dilakukan secara disiplin, kompak dan konsisten”, tambahnya


Ia juga mengingatkan walaupun sudah divaksin harus tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, karena belum semua orang divaksin.


“Kami juga meminta dukungan semua komponen masyarakat dan stakeholder terkait agar mendukung agar mengedukasi masyarakat agar tidak bosan menerapkan protokol kesehatan”, pungkasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Pariaman, Elfis Chandra usai mengikuti vidcon menyampaikan bahwa di Kota Pariaman, selama setahun pandemi Covid-19 yang terhitung mulai akhir Maret 2020 yang lalu, dengan keluarnya Peraturan Presiden tentang tanggap darurat, Pemerintah Kota Pariaman juga langsung membentuk gugus tugas dan berubah menjadi satuan tugas (satgas).


“Selama satu tahun tersebut telah dilakukan upaya baik melalui perpanjangan tangan gugus tugas maupun satgas dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 di Kota Pariaman. Upaya yang dilakukan antara lain dalam bentuk sosialisasi maupun penertiban dan penindakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku”, ungkapnya.


Terkait penanganan Covid-19, dari sisi kesehatan dengan leading sektor Dinas Kesehatan telah melakukan upaya-upaya dengan melakukan testing, tracing dan treatment terhadap masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 maupun suspek dalam penanganan Covid-19 ini.


Koordinator Bidang Pendispilinan Penegakkan Hukum Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Pariaman ini juga menjelaskan bahwa dari webinar ini, bisa menjadi evaluasi dan perbandingan juga bagi Satgas Kota Pariaman terhadap upaya-upaya yang harus dilakukan terkait Covid-19.


“Dalam perkembangan Covid-19 kita harus memiliki kewaspadaan yang tinggi, meskipun Kota Pariaman dalam situasi landai saat ini dengan penurunan kasus namun jangan membuat kita lengah”, sebutnya.


“Tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Apabila lengah maka akan mengakibatkan dampak lebih buruk lagi dengan lonjakan kasus yang terjadi pada negara-negara lain," tutup Elfis Chandra.


(hms/aa)


loading...



×
Berita Terbaru Update