Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 9 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
39.166 506 35.581 855
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Silaturahmi di Padang, Gubernur Sumbar Restui Niat Anindya Bakrie Jadi Ketum Kadin

Minggu, 02 Mei 2021 | 23:00 WIB Last Updated 2021-05-02T18:33:44Z
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakri yang juga calon Ketua Umum Kadin Pusat, saat bersilaturahmi bersama Kadin Sumbar di Padang, Minggu 2 Mei 2021. (ist)

MJNews.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, merestui niat Anindya Bakrie menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada Musyawarah Nasional atau Munas Kadin VIII pada Juni 2021 mendatang. Bahkan, ia pun berharap, Anindya bisa terpilih secara aklamasi.


Menurut dia, saat ini usia dari Anindya Bakrie sudah 47 tahun dan tentunya sangat pas dengan semangat Sumatera Barat yang melahirkan tokoh-tokoh muda, sehingga, Sumatera Barat dukung penuh Anin jadi ketua Kadin.


“Waktu kita dengar Pak Anin mau datang ke sini, kita sampaikan akan kita terima dengan senang hati. Terima kasih atas kunjungannya. Atas izin Allah nanti, pak Anin menjadi ketua Kadin. Bisa terpilih secara aklamasi,” kata Mahyeldi saat menerima Anindya Bakrie dan rombongan, di Sumbar, Minggu 2 Mei 2021.


Menurut Mahyeldi, visi misi dirinya dengan Wagub Audy Joinaldy saat maju pada Pilkada Desember tahun lalu dengan Kadin Sumbar, ternyata selaras. Maka dari itu, ia berharap antara Pemprov Sumbar dan Kadin, bisa terus saling bersinergi. 


“Sejak dilantik, saya dengan pengurus Kadin Sumbar, sudah dua kali bertemu. Visi misi kita dengan Kadin ini, sama. Pak Anin sangat sesuai dengan visi misi kita. Tokoh muda. Kita ini, mau mencetak 100 ribu entrepreneur di Sumbar. Kita harapkan Kadin bisa bersinergi dengan Provinsi. Terutama dengan Pak Anin nantinya,” ujar Mahyeldi seperti dikutip Vivanews.


Di tangan Anindya Bakrie nantinya, Pemerintah Provinsi berharap dapat memaksimalkan sinergi antara Kadin dengan Pemerintah Daerah. Kadin kata Mahyeldi, adalah tempat bernaungnya banyak pengusaha dengan beragam usaha. Maka dari itu, sinergi yang baik maka akan bisa menggerakkan atau mendukung seluruh bentuk investasi. 


Sumatera Barat, kata Mahyeldi, memiliki potensi di bidang pertanian, kelautan, kehutanan dan banyak hal. Meski demikian, masih dibutuhkan sentuhan tangan lain. Salah satunya dari Kadin.


“Mudah-mudahan dengan hadirnya pak Anin hari ini, peluang komunikasi terbuka. Sejak kami menjabat sebagai Gubernur, Pak Wapres sudah ke sini, Menteri Pariwisata, BNPB, Kesehatan, Pertanian, Bappenas juga sudah ke sini, hari ini Pak Anin yang datang ke sini. Saya ucapkan selamat datang. Insyaallah ini pertanda baik untuk Sumatra Barat,” tutup Mahyeldi. 


Minta Doa Restu

Silaturahmi Anindya N Bakrie bersama Kadin Sumbar kemarin diawali dengan berbuka bersama serta berbagi berkah Ramadhan dengan anak yatim di Hotel Pangeran Beach, Padang.


Ketua Kadin Sumbar, H. Ramal Saleh dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Anindya merupakan kehormatan bagi Kadin Sumbar.


“Ini sebuah kebanggan bagi kita semua di sini dan semoga ke depan saudara Anindya bisa membawa Kadin lebih maju lagi meningkatkan perekenomian pusat maupun daerah Sumatera Barat,” katanya.


Melalui video profil, Caketum Anindya yang lahir 10 November 1974 lalu merupakan lulusan Stanford Graduate School of Business ini merupakan pengusaha Indonesia di bidang teknologi, media, dan telekomunikasi dan seorang filantropis yang saat ini ia menjabat sebagai Direktur Bakrie Group.


Anin begitu panggilan akrabnya, telah 15 tahun bergabung di Kadin. Saat ini menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah.


Selain rombongan Kadin Pusat juga turut hadir anggota DPD Leonardy Harmainy, Budi Syukur, Asnawi Bahar dan Ketum Kadin dari berbagai provinsi di Indonesia.


Dalam sambutannya, Anindya Bakrie mengatakan dia ke Sumatera Barat ibarat pulang kampung. Karena dia adalah sumando urang Minang. Istrinya asli orang Pariaman. “Istri saya asli Pariaman. Makanya ke sini seperti pulang ke kampung sendiri. Saya diberi gelar Sutan Gagah Mudo,” katanya.


Dia mengatakan, Sumatera Barat sudah tak asing lagi baginya. Selain sebagai sumando, dia juga mengaku sudah bertanam di Sumbar, tepatnya Pasaman sejak tahun 80-an lalu.


“Jadi sebagai sumando, saya mohon doa restu kepada ninik mamak untuk maju di Pilkadin yang akan digelar Juni mendatang,” katanya.


Selanjutnya, Anindya menyebutkan visi misinya sebagai Caketum terbagi dua, secara sederhana bagaimana melihat pengusaha bukan hanya keluar dari kesulitan pandemi tapi pengusaha juga harus bisa naik kelas, baik pengusaha daerah maupun pengusaha pusat sehingga perkembangan ekonomi daerah bisa maju bersama.


Kadin harus melindungi pengusaha dan perusahaan. “Inilah esesensi kita bersama. Di samping mendukung ketahan pangan, Sumbar, Kadin juga harus bisa meningkatkan industrilisasi. Saya punya misi bagaimana investasi luar negeri juga harus melibatkan pengusaha lokal.


Perlindungan terhadap pengusaha lokal, merupakan esensi dari visi dan misi ini. Karena itu, marwah pengusaha khususnya yang tergabung di Kadin, harus diperjuangkan demi kebangkitan perekonomian, apalagi bagi pengusaha pengusaha muda yang harus kita support dan kita lindungi,” ujar Anindya.


Dukung Anindya

Sementara Tokoh Masyarakat Sumbar, H. Basril Djabar, menyebutkan, sejak lama Kadin Sumbar telah hadir sebagai wadah badan usaha dalam misinya membina usaha swasta, koperasi dan BUMN/BUMD di Sumbar.


Kata Basril, yang juga salah seorang tokoh senior di Kadin Sumbar tersebut, dimana hal itu telah dilakukan sejak lama. Sejak Kadin di era Gubernur Harun Zain pada 1967, dengan pimpinan Azwar Dt Radjo Palembang, yang berlanjut pada Darwis Didong, Hasdan den Has, Sabri Saldin, hingga Yulindo.


“Kemudian, saat saya jadi Ketua Kadin Sumbar juga begitu. Lalu berlanjut pada era Bakhtiar Kahar, dan adinda Asnawi Bahar dan sekarang Ramal Saleh, kiranya Kadin Sumbar selalu melakukan kolaborasi dengan daerah, Kadin Pusat dan semua stakeholder yang ada guna mendorong kemajuan pembangunan. Terutama bidang ekonomi,” ujar Basril Djabar, yang sekaligus menyampaikan permintaan maafnya karena tidak bisa hadir pada kegiatan silaturahim Caketum Kadin Indonesia, kemarin.


Yang jelas, dia melihat, mengingat situasi yang berkembang saat ini, terutama dampak dari pandemi Covid-19, yang berakibat fatal pada berbagai sektor, seperti sektor sosial, kesehatan dan ekonomi, maka peranan Kadin ke depan sangat diharapkan lebih besar lagi dari masa-masa sebelumnya.


Mengingat tantangan yang berat tersebut, untuk itu menurut Basril, maka Kadin Indonesia ke depan kontan memerlukan figur yang kapabel, punya integritas, kredibilitas dan akuntabilitas yang tinggi pula, terutama pengalaman pada bidang organisasi Kadin itu sendiri.


“Dengan pandangan dan berbagai tantangan tersebut, maka saya mengusulkan Kadin Sumbar melalui rapat pleno bersama dewan pengurus lengkap (Dewan Kebormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan dan Dewan Pengurus) agar dapat menetapkan pilihannya pada Bung Anindya Bakrie, Wakil Kadin Indonesia Bidang Organisasi, sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 mendatang,” tegas Basril Djabar, yang hingga saat ini masih menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia.


(bim)


loading...



×
Berita Terbaru Update