Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
38.261 476 34.945 834
sumber: corona.sumbarprov.go.id


SK Domisili Tak Berlaku Lagi, PPDB SMA/SMK Sumbar Tetap Sistem Zonasi

Minggu, 02 Mei 2021 | 19:00 WIB Last Updated 2021-05-02T18:52:22Z

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri dan Kadis Kominfo Sumbar, Jasman memberikan penjelasan persiapan PPDB SMA/SMK 2021, Sabtu 1 Mei 2021. (ist)

MJNews.id - Guna memastikan sistem dan aplikasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK online 2021 berjalan lancar, Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Sumbar) telah memulai persiapan sejak dini. Sebelum langsung digunakan, siswa SLTP diberikan uji coba menggunakan aplikasi tersebut secara serentak.


”Sekarang kita uji coba dulu, apakah nanti ngadat saat diakses oleh ribuan siswa atau bagaimana,” sebut Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri, Sabtu 1 Mei 2021.


Dikatakannya, secara umum aturan penerimaan peserta didik untuk tingkat SMA/SMK masih sama. Yakni, dengan menggunakan empat jalur pendaftaran yang bisa diikuti oleh peserta didik. Tahun ajaran ini, Sumbar memiliki daya tampung sekitar 75 ribu orang pada lebih 400 SMA dan SMK di Sumbar. Sementara siswa SMP sederajat yang lulus tahun ini sebanyak 97.152 siswa.


”Walau angka yang lulus tidak bisa menampung semua, nanti akan ada yang masuk MAN, pesantren, dan sekolah swasta,” ucapnya.


PPDB masih melalui sejumlah tahapan akan dibuka sekitar akhir Juni 2021. Sementara sebelum dibuka, juga dilakukan uji coba pendaftaran pada 3-5 Mei nanti. Link pendaftaran telah dibagikan ke para siswa untuk melakukan jicoba nantinya.


“Kita berkaca dari permasahalan tahun lalu, kita lakukan uji coba agar bisa lancar saat pendaftaran nantinya,” harapnya.


Menurut Adib, empat tahapan yang disediakan adalah jalur pertama yaitu zonasi minimal 50 persen dari daya tampung satuan pendidikan. Jalur zonasi ditetapkan berdasarkan domisili peserta didik dan sekolah sesuai kelurahan masing-masing. Zonasi dilakukan berdasarkan kelurahan dan berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil di daerah-daerah.


”Yang jelas, tahun ini Disdik Sumbar tidak memberlakukan lagi Surat Keterangan (Suket) domisili, melainkan langsung dengan melihat Kartu Keluarga (KK). Karena surat keterangan domisili juga menjadi salah satu pemicu masalah PPDB tahun lalu.


”Sekolah akan diprioritaskan bagi siswa dengan domisili terdekat yaitu sesuai kelurahan. Ketentuan domisili dibuktikan lewat alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling singkat satu tahun sejak pendaftaran PPDB,” katanya.


Kemudian, jalur afirmasi sebanyak minimal 15 persen dari daya tampung sekolah. Jalur afirmasi diperuntukkan bagi siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu. Siswa yang mendaftar lewat jalur ini bisa memilih sekolah di dalam maupun luar wilayah zonasi domisili.


“Hal ini dibuktikan melalui keikutsertaan siswa dalam program keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat atau daerah,” ujarnya.


Selanjutnya jalur perpindahan tugas orang tua atau wali dan paling banyak 5 persen dari daya tampung sekolah. Jalur ini diperuntukkan bagi calon peserta didik yang mengikuti perpindahan tugas orang tua atau wali dengan menunjukkan bukti surat penugasan orang tua atau wali.


“Siswa yang mendaftar lewat jalur perpindahan tugas orang tua atau wali harus menyertakan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor atau perusahaan orang tua,” katanya.


Terakhir, jalur prestasi yang disediakan dari sisa kuota sekolah, paling banyak 30 persen dari daya tampung sekolah. Jalur prestasi dapat ditempuh menggunakan nilai ujian sekolah atau ujian nasional, dan hasil perlombaan atau penghargaan di bidang akademik atau non akademik.


Selanjutnya, prestasi merupakan rapor pada 5 semester akhir yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor peserta didik dari sekolah asal. Kemudian prestasi di bidang akademik maupun non akademik dengan bukti paling singkat 6 bulan dan paling lama 3 tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB.


Lebih Matang

Persiapan lebih baik tahun ini diharapkan tidak mengulang kesalahan tahun sebelumnya.


Kepala Disdik Sumbar Adib Alfikri mengatakan, sejak saat sekarang pihaknya mulai melakukan sosialisasi PPDB SMA dan SMK 2021, meski proses pendaftaran baru akan dimulai pada Juni mendatang. Proses dimulai lebih cepat agar bisa memperlancar proses PPDB nantinya.


”Belajar dari pengalaman, memang sangat banyak diambil hikmahnya, kita sudah siapkan jauh di belakang, termasuk persiapan kali ini walaupun masih dalam masa pandemi Covid-19,” katanya.


Dia menjelaskan, untuk persiapan aplikasi pendaftaran saja sudah dimulai sejak Agustus 2020 oleh Diskominfo Sumbar. Saat ini aplikasi masih menjalani proses di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Diharapkan tidak ada kendala nantinya.


Aplikasi pendaftaran juga akan dilakukan uji coba pada 3-5 Mei bersama siswa SMP sederajat yang akan masuk SMA atau SMK. Uji coba dilakukan untuk melihat bagaimana proses pendaftaran berjalan.


“Kita belajar dari tahun kemaren, justru saat pelaksanaan banyak terjadi masalah, sekarang kita coba, kita lihat pula dimana sisi kurangnya,” ujarnya.


Sementara, Kepala Dinas Kominfo Sumbar Jasman Rizal mengatakan, sistem aplikasi yang dipegang oleh Diskominfo sudah siap digunakan. Nantinya uji coba dilakukan untuk lebih memantapkan sistem pendaftaran.


Kemudian, ungkapnya, hal yang berbeda pada tahun ini yaitu entri data tidak lagi dilakukan oleh siswa atau orang tua. Entri data dilakukan oleh seluruh SMP, MTs dan sederajat yang siswanya lulus di sekolah masing-masing.


“Data base siswa sudah lengkap, beda dengan dulu bebannya juga berat. Kalau dulu siswa dan orang tua yang mengisi, sekarang masing-masing SMP dan MTs,” bebernya.


Selain itu, untuk mencegah terjadinya pemalsuan data kependudukan saat entri, PPDB juga melibatkan Dinas Dukcapil di setiap daerah di Sumbar, sehingga tidak ada lagi yang membuat zonasi palsu. Pedoman zonasi sekarang harus kartu keluarga (KK), minimal setahun di tempat tinggalnya, sesuai KK dimaksud.


”Kemudian zonasi dengan sistem global positioning system (GPS), koordinat sekolah jelas, pokoknya ada empat pilihan,” katanya.


Selain itu, sebut Jasman, untuk entri data kali ini kapasitasnya disediakan mencapai 150 ribu orang, sementara diketahui target PPDB online sekitar 100 ribu orang, sehingga masih banyak ruang dan tidak memberatkan saat entri data siswa. Servernya juga milik Diskominfo Sumbar, sehingga nantinya tidak pindah-pindah.


(eds)


loading...



×
Berita Terbaru Update