Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 14 Mei 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
40.111 479 36.370 878
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Temui Menteri PUPR, Gubernur Mahyeldi Usulkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Sumbar

Selasa, 04 Mei 2021 | 23:25 WIB Last Updated 2021-05-04T17:57:41Z
Gubernur Mahyeldi Usulkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Sumbar kepada Menteri PUPR.

MJNews.id - Rencana pembangunan di Sumatera Barat (Sumbar) dibahas dalam pertemuan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di ruang kerja PUPR Jakarta, Selasa 4 Mei 2021. 


Dalam pertemuan itu, Gubernur Mahyeldi menyampaikan usulan beberapa poin yang diharapkan agar pembangunan agar lebih diprioritaskan guna pengoptimalan kinerja dan capaian agar dampaknya dapat dirasakan oleh Masyarakat Sumatera Barat. 


"Kita berharap, usulan tersebut nantinya dituangkan dalam penganggaran APBN tahun 2022," kata Mahyeldi.


Ada beberapa sektor yang perlu dipercepat pembangunan di bidang Bina Marga seperti pembangunan jalan yang telah diusulkan Kementerian PUPR melalui Konreg 2021 dan nantinya akan dianggarkan sebesar Rp 120 miliar pada tahun 2022.


Pembangunan Ruas jalan Bunga Tanjung ke Teluk Tapang Kabupaten Pasaman Barat sepanjang 25 km dengan anggaran Rp 343,65 miliar. Diharapkan dengan bantuan Pemerintah Pusat sebesar Rp 120 miliar dapat mempercepat pembangunan jalan tersebut.


Selain itu, juga pembangunan ruas jalan Duku – Sicincin di Kabupaten Pariaman juga salah satu agenda dalam percepatan pembangunan yang nantinya merupakan akses ke Kawasan Main Stadion dan Kantor Bupati.


"Ini juga telah kita usulkan sebelumnya Kementerian PUPR melalui Surat Gubernur. Pembangunan jalan ini menelan biaya sebesar Rp 242,99 miliar dengan volume pekerjaan 25.85 kilometer," ucapnya.


Kemudian ada beberapa pembangunan jalan yang masuk dalam prioritas dalam pertemuan itu adalah pembangunan fly over Panorama Sitinjau Lauik sepanjang 2,6 kilometer. Ini jalur Logistik dan sering terjadi kecelakaan. 


"Pembangunan ini sangat mendesak yang telah dibahas sebelumnya dan telah diusulkan ke Kementerian Maritim dan Investasi, juga diusulkan Kementerian PUPR melalui Konreg 2021," sebutnya. 


Akibat pembangunan jalan ini akan membutuhkan biaya sebesar Rp 1.163.00 miliar. Selanjutnya pengaspalan jalan dengan menggunakan aspal buton juga akan dilakukan di Ruas Jalan Abai Sangir - Sungai Dareh sepanjang 41,70 kilometer dengan biaya Rp 351.10 miliar. 


"Dengan adanya pengaspalan jalan ini diharapkan memperpendek waktu tempuh dari 6 jam menjadi 2 jam," tuturnya.


Selain itu, untuk usulan di Bidang Cipta Karya adalah Pembangunan Spam Regional Kabupaten Agam dan Bukittinggi dalam pelayanan air minum yang layak dan aman. Kemudian Pembangunan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat.


Pembangunan gedung ini merupakan lanjutan penyelesaian gedung budaya (meubeller, panggung, tribun theater dan studio) dan dana yang sudah terserap sebesar Rp 117 miliar dari 2014 -2014. Sementara anggaran yang akan dibutuhkan sebanyak Rp 195.56 miliar. 


"Pembangunan TPA Regional Kota Payakumbuh menjadi titik perhatian yang sangat mendesak, perluasan TPA alternatif sangat dibutuhkan karena jumlah sampah sudah overload. Pembangunan TPA ini membutuhkan biaya Rp 34 miliar," tukasnya.


Selanjutnya, Gubernur Sumbar juga menjelaskan usulan di bidang irigasi. Gubernur Mahyeldi menekankan tentang D.I Batang Batahan serta Rahabilitasi Daerah Irigasi Banda Laweh Sirukam. Rehabiltasi Daerah Irigasi Banda Laweh Sirukam dengan peningkatan saluran irigasi telah diusulkan ke Kemenko Marvest dan Bappenas dengan anggaran sebesar Rp 24,25 miliar.


Selain itu, usulan Kementerian PUPR di bidang sungai, pantai dan konservasi untuk perkuatan tebing, normalisasi tebing dan normalisasi Batang Sikabau di Kabupaten Pasaman. Pembangunan tebing dan normalisasi Batang Sikabau ini membutuhkan biaya sebesar Rp 300 miliar. 


Selain itu juga perkuatan tebing dan normalisasi Batang Tapan di Kabupaten Pesisir Selatan juga rangkaian dalam pembangunan ini. Khusus Batang Tapan, pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Anggaran yang ditimbulkan sebesar Rp 501.08 miliar.


Terakhir, Gubernur Sumbar mengusulkan pembangunan di bidang perumahan dan pemukiman, Menteri PUPR juga menekankan pada penyediaan rumah khusus dan rumah susun.


"Untuk usulan RUSUNAWA Pondok pesantren di beberapa lokasi RUSUNAWA untuk ASN, telah kita usulkan keseluruhan diperlukan dana sebesar Rp 7,5 triliun," sebut Mahyeldi. 


"Kita berharap melalui Menteri PUPR ini, semua dari usulan kita bisa direalisasikan pada APBN tahun 2022," harapnya.


Sementara itu, menanggapi usulan dari Gubernur Sumbar itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya sangat merespon dan siap membantu atas semua usulan-usulan Gubernur Sumbar.


"Intinya, kami sudah mendengar semua usulan dari Pak Gubernur Mahyeldi dan kami siap membantu untuk percepatan pembangunan Sumbar," ucap Basuki.


Menteri Basuki juga menambahkan, untuk mendapat bantuan pembangunan infrastruktur, Pemerintah Daerah harus proaktif dengan mengusulkan dan menginisiasi pembangunannya terlebih dahulu. Selanjutnya, kekurangan bisa dibantu Pemerintah Pusat dengan dana APBN.


"Ini akan menjadi perhatian untuk pelaksanaan program 2022," ujar Menteri Basuki.


Khusus Pembangunan Stadion utama Sumatera Barat, Menteri PUPR menganjurkan agar berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi. 


Dari pertemuan tersebut, menteri PUPR didampingi Sekjen Kementerian PUPR, M. Fatah dan Kapus Strategi Kebijakan, Haryono. Sementara Gubernur Sumbar juga didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Sumbar, Fathol Bari, Kepala Balitbang Reti Wafda, Kepala Dinas PSDA Rifda Suriani dan Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP Sumbar, Maswar Dedi.


(humas setdaprov sumbar)


loading...



×
Berita Terbaru Update