Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 17 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
48.441 628 44.295 1.108
sumber: corona.sumbarprov.go.id

11 Calon Sekdaprov Sumbar Lolos Seleksi Administrasi, 4 Tersingkir

Rabu, 02 Juni 2021 | 21:00 WIB Last Updated 2021-06-02T17:43:54Z
Ketua Panitia Seleksi Sekdaprov Sumbar, Hamdani.

PADANG, MJNews.id - Tahapan pengisian jabatan Sekdaprov Sumbar, terus bergulir. Sebanyak 11 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi, 4 gagal. Tahapan selanjutnya diharapkan partisipasi masyarakat melihat rekam jejak terhadap calon yang masih tersisa.


”Kita berharap Sekdaprov Sumbar yang terpilih nanti benar-benar yang berintegritas, baik secara moralitas dan tidak terlibat asusila,” sebut Ketua Panitia Seleksi Sekdaprov Sumbar, Hamdani, Rabu 2 Juni 2021.


Dikatakannya, Sekda nantinya diharapkan mampu meningkatkan pembangunan di Sumatera Barat. Termasuk memiliki inovasi dalam masa pandemi Covid-19, tentunya.


”Ya, seorang Sekda mendatang agar melahirkan inovasi dalam masa pandemi ini, sehingga Sumbar bisa bangkit. Untuk itu, kita perlukan orang yang benar-benar terbaik,” sebutnya.


Disebutkan Hamdani, dalam seleksi selanjutnya Timsel menerima tanggapan, masukan dari masyarakat terkait rekam jejak calon Sekda dimaksud. Rekam jejak ikut menjadi penentu bagi calon untuk mengikuti seleksi selanjutnya.


Dalam rangka penelusuran rekam jejak dan untuk memenuhi prinsip transparansi peserta seleksi terbuka Sekdaprov Sumbar, panitia mengharapkan partisipasi masyarakat dan lembaga dengan identitas yang jelas untuk menyampaikan surat dalam amplop tertutup terkait rekam jejak sang calon.


Kata Hamdani, rekam jejak tersebut terkait integritas, moralitas, pelanggaran susila dan perbuatan tercela. Laporan disampaikan dengan bukti-bukti yang jelas, baik tempat dan waktu terjadinya rekam jejak calon.


Bukti yang disertai identitas lengkap tersebut disampaikan kepada; Panitia Seleksi JPT Madya Sekdaprov Sumbar d.a. Badan Kepegawaian Daerah Sumbar, Jalan Batang Antokan Nomor 4, Padang.


“Jadi, yang disampaikan itu bukan fitnah, tapi bukti kongkrit yang dapat dibuktikan saat diverifikasi. Masukan itu kita tunggu sampai 18 Juni 2021,” tegas Tenaga Ahli Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut.


Dijelaskannya, dengan rekam jejak itu nantinya, jika ada satu calon mendapatkan nilai terbaik, namun terbukti rekam jejaknya tidak baik, maka akan gugur, atau turun nilainya.


“Untuk rekam jejak ini tidak akan sampai pada 3 besar dari hasil seleksi,” ulasnya.


11 Calon Lolos

Dari 15 calon yang mendaftar, tersisa 11 calon lagi. Mereka adalah, Adib Alfikri (Kepala Dinas Pendidikan Sumbar), Andri Yulika (Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumbar Daya Manusia Kota Padang), Amasrul (Sekda Kota Padang).


Kemudian, Efiyandri (Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok Selatan), Hansastri (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumbar), Jefrinal Arifin (Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sumbar). Maswar Dedi (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sumbar).


Selanjutnya, Medi Iswandi (Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Kota Padang), Rida Ananda (Sekdako Payakumbuh), Yozawardi Usama Putra (Kepala Dinas Kehutanan Sumbar) dan Zefnihan (Sekdakab Sijunjung).


Artinya, ada empat nama yang tersingkir dari pendaftaran. Mereka adalah Jamaludin Malik, (Ahli Peneliti Madya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Berdasarkan hasil penilaian administrasi, dia tidak memenuhi syarat dan dinyatakan tidak lulus dalam seleksi administrasi, karena yang bersangkutan masih golongan IV/a dan bukan dalam jabatan fungsional utama.


Berikutnya, Indra Sakti (Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kota Pariaman). Berdasarkan hasil penilaian administrasi dinyatakan tidak memenuhi syarat dan dinyatakan tidak lulus dalam seleksi administrasi, karena tidak menyertakan Fotocopy Pakta Integritas dari Jabatan Terakhir.


Lalu, Erinaldi (Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar). Berdasarkan hasil penilaian administrasi juga tidak memenuhi syarat dan dinyatakan tidak lulus dalam seleksi administrasi karena tidak melengkapi Surat Pernyataan Pejabat Pembina Kepegawaian tentang persetujuan untuk mendaftarkan diri.


Kemudian, Yudesri (Sekda Kabupaten Pasaman Barat). Dia juga tidak memenuhi syarat dan dinyatakan tidak lulus karena menandatangani sendiri surat keterangan tidak sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat dan keterangan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan dari pejabat yang berwenang dan melegalisir sendiri fotocopy ijazah terakhir yang dilegalisir.


Tahapan berikutnya, selain partisipasi masyarakat untuk rekam jejak bagi yang lolos, maka dilanjutkan pula dengan penulisan makalah pada 3 Juni 2021, yang pengumuman hasilnya pada 4 Juni 2021. Kemudian, uji kompetensi pada 7 Juni 2021, tes kesehatan, kejiwaan dan bebas narkoba 14 Juni 2021. Selanjutnya, presentasi dan wawancara 25 Juni 2021. Terakhir, pengumuman hasil akhir untuk tiga calon yang kemudian diajukan ke Kemendagri pada 28 Juni 2021.


Seperti diketahui, saat ini Sekdaprov Sumbar masih dipegang Penjabat Benny Warlis, setelah Sekda definitif Alwis memasuki masa pensiun April lalu.


(yse/eds) 

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update