Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
48.817 603 44.887 1.120
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kata Arista Atmadjati, Garuda Indonesia Masih Bisa Diselamatkan

Senin, 07 Juni 2021 | 13:00 WIB Last Updated 2021-06-07T06:00:00Z
Pengamat Bisnis Penerbangan AIAC, Arista Atmadjati.

JAKARTA, MJNews.ID - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) di ambang nasib ketidakpastian. Terkait hal itu Pengamat Bisnis Penerbangan AIAC, Arista Atmadjati mengharapkan gerak cepat dari pemerintah untuk membantu pendanaan utang Garuda.


“Dengan kondisi Garuda seperti sekarang ini, saya setuju dengan tindakan Erick Thohir yang akan berupaya melakukan pencairan dana guna membantu menyelesaikan permasalahan Garuda,” katanya, Minggu 6 Juni 2021.


Dia juga menyebut, belum ada kekompakan dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Pasalnya, dana realisasi dana yang akan ditalangkan sebesar Rp8.5 triliun, sementara Menkeu hanya menurunkan dana sebesar Rp 1 triliun.


“Belum ada kekompakan nih Erick Tohir dan Sri Mulyani. Kita tunggu saja Menkeu kita buka suara soal dana yang dikeluarkan itu,” ujarnya, seperti dilansir Okezone.


Arista mengatakan, Garuda masih ada harapan untuk diselamatkan dengan penolak ukuran atau benchmarking seperti kasus-kasus maskapai penerbangan di beberapa negara. salah satunya dengan mendapatkan pinjaman dana atau penyuntikan modal dari pemerintah.Arista menilai hal itu bisa mengempeskan pembekakan utang Garuda, sehingga negara tidak diwariskan dari hutang plat merah tersebut.


Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memaparkan, utang perseroan mencapai Rp70 triliun dan bertambah Rp1 triliun setiap bulannya. Hal tersebut terjadi lantaran income perusahaan lebih besar pasak daripada tiang.


Kinerja keuangan Garuda Indonesia dalam kondisi tidak baik.Beragam opsi pun tengah disarankan pemerintah untuk menyelamatkan Garuda Indonesia. 


Irfan Setiaputra masih memilah opsi yang diberikan untuk penyelamatan perusahaan tersebut.


“Kita masih dalam proses,” kata Irfan.


(***) 

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update