Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 13 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
47.774 627 43.370 1.082
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Pengobatan Nusantara Harus Bisa Setara dengan Asing

Jumat, 04 Juni 2021 | 08:00 WIB Last Updated 2021-06-04T01:00:00Z
Ketua DPD RI saat menerima kunjungan Perkumpulan Paricara Usada Indonesia (PPUIN), di Gedung Nusantara III Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis 3 Juni 2021.

JAKARTA, MJNews.id - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, akan mendukung pengobatan Nusantara agar bisa setara dengan pengobatan asing. Menurut LaNyalla, ramuan pengobatan Nusantara tidak kalah dengan teknik pengobatan luar negeri.


"Pengobatan nusantara yang terdiri dari berbagai pengobatan tradisional, ramuan, jamu dan sejenisnya, sebenarnya tidak kalah dengan pengobatan asing. Saya kira produk ini harus berkembang dan terus digaungkan," kata LaNyalla saat beraudiensi dengan Perkumpulan Paricara Usada Indonesia (PPUIN) di kantor DPD RI, Kamis 3 Juni 2021.


Menurut LaNyalla, obat-obatan asli Indonesia harus disupport dan diakui sebagai khasanah pengobatan nusantara. 


"Sehingga bisa menjadi alternatif masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan," paparnya.


Dalam pertemuan itu, Ketua DPD RI didampingi Ketua Komite III Sylviana Murni, Ketua Komite IV Sukiryanto, Bustami Zainudin (senator Lampung) dan Evi Apita Maya (senator NTB).


Sementara Tim PPUIN yang hadir adalah Yusmadi Prastowo (Ketua Umum), Arwan (Sekum), Dr Adrian (Dewan Pakar), KH Endy Setialesmana (Penasehat) dan beberapa orang lainnya.


Ketua Umum PPUIN Yusmadi Prastowo menjelaskan bahwa saat ini pengobatan seperti TCM dari China dan Ayurvedha dari India sudah mendunia. Oleh karena itu pengobatan Nusantara pun sebenarnya bisa berkembang tidak hanya di Indonesia.


"Namun kita harus melalui proses yang panjang. Obat-obat atau ramuan tradisional harus diakui oleh Kementerian Kesehatan. Sejauh ini PPUIN sudah meminta audiensi ke Kemenkes tetapi belom ada kesempatan," katanya.


Yusmadi Prastowo juga menyampaikan bahwa PPUIN merupakan perkumpulan para pengabdi kesehatan atau wadah ahli terapi, jamu dan pengobatan tradisional.


"Kami berdiri pada 17 Desember 2018. Paricara itu artinya pengabdi dan usada adalah kesehatan. Kita bersepakat mengakomodir dan mengangkat pengobatan tradisional. Karena derajat bangsa diukur dari derajat kesehatan," katanya.


(rls dpd) 


loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update