Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 14 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
47.885 622 43.496 1.089
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Kondisi Danau Maninjau Memprihatinkan, Begini Saran Menteri KP

Jumat, 04 Juni 2021 | 14:25 WIB Last Updated 2021-06-04T08:58:26Z
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Kamis 3 Juni 2021. (humas)

AGAM, MJNews.id - Danau Maninjau merupakan ikon dari Sumatera Barat pada 1980 sampai 1990, sehingga menjadi tujuan wisatawan. Namun dengan berkembangnya keramba jaring apung, menjadi beban pencemaran air danau akibat sisa pakan ikan.


Keramba ikan di danau Maninjau yang ditargetkan sebanyak 6 ribu. Saat ini jumlahnya sudah 17 ribu lebih keramba apung dampak dari keramba ini tentu merusak lingkungan yang ada di kawasan dasar danau.


Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Republik Indonesia (RI), Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Kamis 3 Juni 2021.


Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono sangat prihatin dengan masyarakat Maninjau saat ini dimana sangat menggantungkan hidupnya dengan keramba apung baik para pekerja maupun orang yang mengelola kelola itu sendiri.


Menurutnya dari kementerian perikanan dan kelautan sangat memikirkan bagaimana rakyat yang bekerja dan pengelola keramba itu kemudian dia bisa pindah dari keramba sehingga bisa beralih menjadi pembudidaya ikan di darat.


"Mungkin bisa dicontohkan seperti yang dilakukan di kabupaten limapuluh kota bisa membuat kolam ikan tawar yang cukup bagus dan nilainya juga cukup tinggi, pada kolam tanah dan beton dan bisa dipekerjakan jadi tidak berubah, bukan berati mereka harus jadi nelayan di danau," ujarnya.


Jadi solusi yang tepat dikatakan Menteri KP adalah bukan mengurangi, tetapi dibersihkan ini jadi suatu ekologi agar menjadi lebih bagus, tentu harus dilakukan sedimentasi penyedotan lumpur sisa pakan yang mengendap disasar danau.


"Agar menjadi lebih bagus, agar bagaimana masyarakat yang sekarang ini berbudidaya disini digeser dipindahkan di darat. Kalau hal demikian tidak dilakukan pakan ikan yang mengendap di dasar danau dapat memicu menjadi kerusakan lingkungan," tuturnya.


Tugas saya untuk menetapkan rakyat agar kesejahteraan masyarakat kita geser ke darat yang seharusnya tetap membudidayakan ikan untuk meningkatkan ekonominya," lanjut Menteri KKP.


Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy juga menyebutkan saat ini sudah tiga menteri yang sudah mengunjungi Danau Maninjau saat ini Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Bappenas, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan rombongan dari tim Kemenko Kemaritiman dan investasi .


"Kesimpulan yang didapat saat ini adalah danau maninjau akan diambilkan sedimentasi di sedot, sesuai dengan arahan Pak Luhut agar secepatnya dilakukan mengalokasikan itu pada bulan Agustus sudah bisa dimulai penyedotan selama 54 Minggu pengerjaannya," ungkapnya.


Selanjutnya ia mengucapakan terima kasih kepada Pak Menteri atas kedatangan bersama tim ke Sumbar. Kita berharap masalah di danau Maninjau cepat diselesaikan dengan masalah pencemaran danau Maninjau ini," ucap Wagub.


Menurut Bupati Agam beberapa tahun terakhir ini telah beberapa kali dilakukan upaya oleh Bupati Agam sebelumnya mencoba untuk membenahi namun mengalami kesulitan dengan masyarakat setempat.


"Sekarang dengan campur tangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kami selaku pemerintah kabupaten Agam sangat berterima kasih. Karena selain dibutuhkan kerjasama yang baik juga membutuhkan anggaran yang tinggi untuk merapikannya," harapnya.


(AdmPim Sekdaprov Sumbar) 


loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update