Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 23 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
49.500 598 45.602 1.143
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Malaysia Lockdown Lagi, Ringgit pun Tiarap

Rabu, 02 Juni 2021 | 16:00 WIB Last Updated 2021-06-02T09:00:00Z
Pemeriksaan kondisi lalu lintas di Kualalumpur saat Malaysia lockdown lagi. (ap)

JAKARTA, MJNews.id - Malaysia lockdown mulai 1 Juni. Mal dan pabrik pun juga ditutup demi meredam laju Covid-19 yang semakin gawat.


Penutupan itu berlaku selama dua minggu terhitung Selasa kemarin. Mengutip The Straits Times, pergerakan masyarakat dibatasi, salah satunya hanya untuk radius 10 Km dari tempat tinggal atau rumahnya. Pergerakan ini pun hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti membeli bahan makanan, obat-obatan, dan layanan penting seperti kesehatan dan perbankan.


Menteri Keamanan Malaysia, Ismail Sabri Yakob mengatakan, hanya 17 sektor yang diizinkan selama lockdown diberlakukan. Kebijakan ini sama seperti lockdown pada Maret dan Mei 2020 lalu. Kegiatan ekonomi yang tetap diperbolehkan beroperasi antara lain usaha makanan dan minuman, utilisasi, transportasi, perbankan, e-commerce, dan sektor komunikasi meliputi media, telekomunikasi, dan jasa pos.


Semua sektor yang diperbolehkan tetap beroperasi tersebut hanya berlaku mulai dari pukul 08.00-20.00 waktu setempat. “Tidak ada jam malam, tapi saya berharap tidak ada orang di luar setelah jam 8 malam, karena tidak akan ada kegiatan ekonomi setelah waktu itu,” kata Ismail.


Dengan keputusan lockdown dan menutup sebagian besar sektor ekonomi akan mengurangi jumlah pergerakan orang khususnya yang meninggalkan rumah untuk bekerja. Diperkirakan jumlahnya hanya menjadi 1,5 juta dari 15 juta orang.


Sebagian besar pabrik di sektor manufaktur ditutup, kecuali pabrik makanan dan minuman, produk kesehatan. Namun, sektor tersebut hanya dibatasi dengan kapasitas pegawai sebesar 60% dan jam operasinya sesuai yang ditetapkan.


Ringgit Tiarap

Sementara itu, Malaysia lockdown nasional membuat nilai tukar ringgit melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah.


Melansir dari Reuters, Senin 31 Mei 2021, pada pukul 12.00 WIB ringgit melemah 0,15% melawan dolar AS ke RM 4.1380/US$. Sementara melawan rupiah, ringgit melemah 0,1% ke Rp 3.449,89/RM.


Lockdown harus dilakukan setelah Jumat (28/5), negara itu memecahkan rekor infeksi harian baru dengan angka 8.290 kasus, tertinggi dalam sejarah pandemi Covid-19 di Malaysia.


Pengumuman Malaysia lockdown disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. “Hanya sektor ekonomi dan jasa penting yang akan diizinkan untuk beroperasi,” ujar Muhyiddin dilansir Straits Times.


Sejak dimulainya pandemi, negara dengan populasi 32 juta penduduk itu mencatat kasus positif Corona sebesar 549.514. Jumlah kematian akibat Corona mencapai 2.552 kasus. Jumlah pasien yang dirawat secara intensif di Malaysia juga meningkat pesat.


Malaysia telah mencetak rekor jumlah kasus harian baru tertinggi tujuh kali dalam 10 hari terakhir, dengan jumlah harian di atas angka 6.000 kasus sejak 19 Mei.


Merespons peningkatan kasus Corona Malaysia beberapa waktu belakangan, Sultan Negara Bagian Johor, Sultan Ibrahim Iskandar, juga meminta pemerintah Malaysia mempertimbangkan kebijakan ‘full lockdown’.


“Lebih dari 7.400 kasus saja hari ini (per Rabu, 26/5). Ini menakutkan dan kita membutuhkan hampir semua aspek masyarakat untuk tinggal di rumah, untuk memutuskan rantai penularan (dengan cara Malaysia lockdown),” kata Sultan Ibrahim.


(***) 

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update