Masyarakat Koto Padang Berswadaya Bangun Ruas Jalan Kabupaten Padang Pariaman
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 29 Juli 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
69.110 11.769 55.875 1.466
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Masyarakat Koto Padang Berswadaya Bangun Ruas Jalan Kabupaten Padang Pariaman

Minggu, 13 Juni 2021 | 19:00 WIB Last Updated 2021-06-13T12:12:20Z

Warga Koto Padang Berswadaya Membangun Ruas Jalan Kabupaten Padang Pariaman. (syamsul bahri)

PADANG PARIAMAN, MJNews.ID - Masyarakat Koto Padang Nagari Sikucua Barat kembali bergiat gotong royong (goro) melaksanakan pengecoran di beberapa titik terparah pada Ruas Jalan Kabupaten Padang Pariaman yang terletak di Korong Koto Padang sampai hari ini belum juga disentuh aspal.


Gotong royong tahap III tahun 2021 ini dimulai Masyarakat Koto Padang, Minggu 12 Juni 2021 sampai selesai yang dilakukan rutin setiap hari Minggu berikutnya.


Status jalan Kabupaten yang di-SK-kan Bupati Padang Pariaman (Alm) Muslim Kasim dan Ali Mukhni sebagai Wakil, di masa Ali Mukhni memimpin Padang Pariaman. Jalan tersebut mulai dilakukan pengaspalan menggunakan Dana DAU dengan pengerjaannya dimulai dari Pulau Air - Alahan Tabek pada Tahun Anggaran 2014 dan dilanjutkan tahap kedua pengaspalan sampai Ponggong Pulai pada tahun anggaran 2016 sampai sekarang terhenti sampai di situ.


Pada tahun anggaran 2015 di ruas jalan yang sama dimulai dari Pasar Parunggai sampai Korong Koto Padang sepanjang 1,5 KM sampai sekarang semenjak 2016 masih terbengkalai masih semasa Ali Mukhni menjadi Bupati Padang Pariaman hingga 10 tahun dua Periode (terakhir 2020) dan sekarang Suhatri Bur sebagai Bupati Padang Pariaman terpilih pada Demokrasi Pilkada 2020, jalan yang tersisa 1,5 kilometer tersebut masih terbengkalai.


Ruas jalan penghubung Bukit Bio Bio - Pulau Air yang terletak di Korong Koto Padang Nagari Sikucua Barat sepertinya Pemerintah Daerah setempat enggan untuk mengaspalnya, sehingga masyarakat sudah bosan dengan janji janji Pemangku kepentingan yang menyebabkan pembangunan jalan yang terbengkalai sepanjang 1,5 kilometer.


Mengingat akses jalan tersebut sangat dibutuhkan bagi pengunanya, akhirnya masyarakat setempat terus berupaya melalukan pengecoran agar bisa dimanfaatkan dan berdaya guna sebagai sarana penghubung antar Kecamatan V Koto Kampung Dalam - Kecamatan Sungai Geringging serta Kecamatan V Koto Timur.


Akses jalan yang semestinya dikerjakan dan dibangun oleh Pemerintah daerah melalui dana APBD Kabupaten Padang Pariaman, kini masyarakat Koto Padang yang terjalin antara Ranah dan Rantau berswadaya untuk melakukan pengecoran agar akses jalan tersebut bisa menjadi penghubung antara titik aspal yang terbengkalai dapat dimanfaatkan bagi penggunanya.


"Kami tokoh masyarakat Koto Padang rasanya sudah bosan mengusulkan dan setiap musrenbang selalu diusulkan, tetapi entah kenapa sampai sekarang tidak ada tanda-tanda akan diaspal," kata salah seorang warga.


Kami masyarakat Koto Padang berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman membuka mata dan telinga terhadap akses jalan yang tersisa ini.


"Ditunggu juga peran anggota Dewan di dapil empat ini agar dapat menyuarakan suara rakyatnya, Baik Anggota Dewan Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi, maupun DPR-RI," ucap salah seorang tokoh masyarakat.


Korong Koto Padang di samping penghasil tanaman perkebunan juga terdapat sekolah Dasar yang siswa dan Gurunya setiap hari sekolah menempuh jalan jalan tersebut, bahkan akses sektor pertanian merupakan profesi utama masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian yang melintasi jalan tersebut. Apalagi ketika musim hujan tiba, di samping becek licin dan curam, para pengguna jalan semakin khawatir dan kesulitan menempuhnya, sementara akses alternatif juga sangat jauh melalui Nagari Sikucua Utara dan Tengah jika hendak menuju Kecamatan V Koto Kampung Dalam," katanya.


(Syamsul) 

loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update