Payakumbuh Geger, Jasad Bayi Perempuan Mengapung di Batang Agam
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Payakumbuh Geger, Jasad Bayi Perempuan Mengapung di Batang Agam

Rabu, 30 Juni 2021 | 15:25 WIB Last Updated 2021-06-30T19:37:29Z

Warga Payakumbuh saat melihat jasad bayi perempuan yang ditemukan mengambang di aliran Batang Agam di kawasan Jembatan Ratapan Ibu dekat Pasar Ibuah Payakumbuh, Selasa 29 Juni 2021 siang. (polres payakumbuh)

PAYAKUMBUH, MJNews.ID - Penemuan sosok mayat bayi mengambang di Batang Agam, kawasan Jembatan Ratapan Ibuh menggegerkan warga Kota Payakumbuh. Mayat itu dilihat pertama kali oleh anak-anak yang sedang bermain sepeda di sekitar kawasan Pasar Ibuh.

Awalnya anak-anak yang bermain sepeda itu mengira sosok yang mengapung tersebut adalah boneka. Namun setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata itu adalah mayat manusia.

Terang saja hal itu membuat masyarakat yang berada di sekitar kawasan itu menjadi geger. Bahkan ada saksi mata lainnya, yang juga petugas survei kegiatan bangunan perkuatan tebing yang kebetulan sedang di lokasi, Ron, melihat sosok mayat itu sebagai boneka. Dia bahkan sudah melihat bayi itu pada pagi di kisaran pukul 08.30 WIB.

Setelah dipastikan bahwa itu adalah mayat manusia, barulah dilaporkan ke petugas trantib yang sedang bertugas.

“Benar saja setelah dilihat dari dekat, ternyata itu bukan boneka namun mayat bayi,” ujarnya.

Kasi Trantib Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Raback, yang turut menyaksikan proses evakuasi tersebut langsung menghubungi Polres Kota Payakumbuh dan menginstruksikan anggota untuk mengambil jasad bayi tersebut.

“Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan, saat ditemukan ari-arinya masih ada dan tubuhnya lengkap. Saat diangkat dari lokasi kejadian, bayi malang itu sudah tak bernyawa lagi dan badannya membiru. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit oleh pihak Polres Kota Payakumbuh,” ucapnya.

Sementara itu, pada hari yang sama petugas pemadam kebakaran Kota Payakumbuh juga melakukan evakuasi hewan berbahaya. Seekor ular tikus berukuran cukup besar dievakuasi dari kantor Kelurahan Padang Tangah Balai Nan Duo, Kecamatan Payakumbuh Barat. Damkar mendapat laporan dari orang kelurahan, kalau ada ular di dalam mesin printer.

Kasatpol PP Kota Payakumbuh melalui Kabid Damkar Budi Kurniawan, dan Kasi Ops Eci serta Danton Indra Jaya, kepada wartawan, Rabu 30 Juni 2021, mengatakan, pihaknya mendapat laporan terkait keberadaan hewan berbahaya itu.

Begitu mendapatkan laporan, pihaknya menginstruksikan Danru 1 Novianto Nizar, untuk mengirimkan armada dan personil ke lokasi untuk melakukan penangkapan.

“Di lokasi petugas melakukan pengecekan lokasi, mengamankan area, mempersiapkan peralatan dan melakukan penangkapan. Berselang 15 menit saja, ular sepanjang 1,5 meter itu berhasil dievakuasi. Petugas tetap memakai alat pelindung diri (APD), stick snake dan box. Ini standar operasional prosedur kita,” ucapnya.

Menurutnya, Satpol PP dan Damkar bukan hanya bertugas untuk memedamkan api saja. Tapi juga melayani evakuasi hewan berbahaya dan penyelamatan jiwa lainnya.

“Kita di damkar selain memedamkan api juga melakukan rescue. Untuk itu, warga bisa meminta bantuan damkar untuk penyelamatan kepada hewan berbisa dan berbahaya seperti tawon, biawak, ular dan hewan lainnya dengan menghubungi quick response Pemadam Kebakaran di nomor 0752-92913,” tambahnya.

(yud)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update