Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 14 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
47.885 622 43.496 1.089
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Pemberangkatan Batal, BPKH Pastikan Dana Haji Aman

Kamis, 03 Juni 2021 | 22:45 WIB Last Updated 2021-06-03T18:21:14Z

JAKARTA, MJNews.id - Pemerintah Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji tahun 2021 ini. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan dana jemaah haji aman.


Mulanya, Kepala BPKH Anggito Abimanyu memaparkan rincian jumlah dana yang terkumpul dari jemaah haji. Dana ini termasuk dari jemaah haji reguler dan khusus.


“Tahun 2020 sebanyak 196.865 jemaah haji reguler yang sudah melakukan pelunasan dana yang terkumpul semuanya, baik itu setoran awal dan setoran lunas itu adalah Rp7,05 triliun. Kemudian haji khusus telah melakukan pelunasan sebesar 15.084 jemaah, terkumpul dana baik itu setoran awal maupun setoran lunas sebesar USD 120,67 juta,” kata Kepala BPKH Anggito Abimanyu dalam jumpa pers virtual, Kamis 3 Juni 2021.


Selain itu, dia menjelaskan ada jemaah yang juga membatalkan keberangkatannya. Pembatalan ini dilakukan oleh jemaah di tahun yang sama.


“Tahun itu pula ada 569 jemaah yang membatalkan. Jadi hanya 0,29 persen. Kemudian yang haji khusus 162 yang membatalkan,” ujarnya.


Kendati demikian, Anggito menegaskan dana para jemaah haji aman. Dana tersebut diinvestasikan pada bank syariah.


“Perlu kami tegaskan seluruh dana yang kami kelola aman,” tuturnya, seperti diwartakan detikcom.


“Dana tersebut sekarang diinvestasikan dan ditempatkan di bank-bank syariah, tentunya dengan prinsip syariah,” lanjutnya.


Ambil Hikmahnya

Sementara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) buka suara soal keputusan pemerintah RI tak memberangkatkan haji tahun 2021 di tengah pandemi Corona. PBNU meminta seluruh masyarakat mengambil hikmahnya.


“Mari kita ambil hikmahnya. Mudah-mudahan, dengan ditundanya (haji), ini tidak mengurangi sama sekali makna niat kita, nawaitu kita, untuk ibadah haji. Kita berdoa, mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan pahala yang berlimpah atas kesabaran dan ketabahan kita untuk menerima berbagai macam ujian dan cobaan,” ujar Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini dalam konferensi pers, Kamis 3 Juni 2021.


Helmy meyakini keputusan yang diambil oleh pemerintah merupakan yang terbaik bagi masyarakat. Ia mengapresiasi pemerintah, khususnya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, terkait keputusan tak memberangkatkan haji 2021.


“Kami menyampaikan dukungan kepada pemerintah, dalam hal ini kepada Menteri Agama. Kami semuanya yakin seyakin-yakinnya bahwa pemerintah telah melakukan upaya yang maksimal melakukan lobi, melakukan diplomasi melalui jalur formal maupun melalui para ulama yang ada untuk bagaimana kita bisa memberangkatkan calon jamaah haji,” jelas Helmy.


Senada, Sekretaris Jenderal MUI Pusat Buya Amirsyah Tambunan juga berpendapat serupa. Amirsyah meminta masyarakat mengambil hikmah dari keputusan RI tak memberangkatkan haji 2021.


“Kesabaran, ketabahan, bagi kita semua jamaah haji merupakan sesuatu yang insyaallah membawa hikmah tentu dari semua peristiwa ini ada hikmah dari Allah SWT kepada kita semua dan kami dari Majelis Ulama Indonesia senantiasa mendoakan kepada semua jemaah haji dan semua kaum muslimin segera kita bisa keluar dari pandemi COVID,” tutur Amirsyah.


Dia juga menambahkan bahwa ibadah haji adalah wajib hukumnya bagi yang mampu. Namun jemaah juga harus mengutamakan keselamatan jiwa.


“Kita mengapresiasi keputusan Kementerian Agama untuk pembatalan keberangkatan haji 2021 dalam rangka mengutamakan keselamatan jiwa calon jemaah haji, sehingga tidak menimbulkan sesuatu yang berbahaya karena klaster virus ini terus berkembang terutama dari India dan terus mengglobal,” tutupnya.


(*/dtc) 


loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update