Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 14 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
47.885 622 43.496 1.089
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Update Zonasi Sumbar Pekan Ini: Lima Daerah Dekati Zona Merah

Minggu, 06 Juni 2021 | 10:48 WIB Last Updated 2021-06-06T18:33:35Z
Jasman Rizal.

PADANG, MJNews.ID - Angka positif Covid-19 di Sumbar, terus melonjak. Seiring dengan peningkatan kasus tersebut, kontan juga bakal terjadi perubahan zona. Setidaknya, ada lima daerah yang bisa saja masuk dalam kategori zona merah.


Adapun kelima daerah dalam kategori mendekati zona merah (skor di bawah 2,00) tersebut, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Limapuluh Kota.


Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, skor berdasarkan 15 indikator kesehatan masyarakat (Kesmas), lima daerah itu di bawah 2,00. Limapuluh Kota memiliki skor 1,89, Pasaman, Pasaman Barat dan Dharmasraya masing-masing 1,91.


“Agam 1,94. Berdasarkan 15 indikator Kesmas untuk mengukur zonasi Covid-19 itu, zona merah miliki skor 0-1,80. Zona oranye 1,81-2,40, zona kuning 2,41-3,00 dan zona hijau di atas 3,00 atau tidak ada kasus,” katanya.


Sementara dua daerah berada di zona kuning yaitu Kota Pariaman dan Mentawai. Sedangkan zona hijau tidak ada.


“Kami berharap Satgas kabupaten dan kota segera mengambil tindakan cepat mengantisipasi penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing. Mereka juga diharapkan lebih intensif lagi memberlakukan berbagai upaya yang dianggap penting dan perlu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerahnya masing-masing,” jelas Jasman.


Menurutnya, yang terpenting segera dilakukan adalah pendirian rumah isolasi oleh masing-masing kabupaten dan kota, serta peningkatan vaksinasi lansia.


Suara Penyintas

Sementara, para penyintas di Sumbar makin khawatir dengan peningkatan kasus Covid-19 yang terus bertambah. Apalagi dengan adanya lima daerah mendekati zona merah.


Kolonel CKM (Purn) dr. Farhan Abdullah, yang juga penyintas mengatakan, pemerintah harus menyediakan tempat isolasi atau karantina untuk OTG dan klinis ringan. Kemudian lakukan tracing dan testing masif untuk pemetaan daerah yang out break, karena sebentar lagi daerah-daerah yang banyak terpapar Covid-19.


”Kemudian tingkatkan capaian vaksin lansia segera, karena lansia kalau sempat dirawat di ICU biasanya besar kemungkinan wafat,” terang Farhan.


Setelah itu, dia menyarankan pemerintah daerah membentuk nagari tageh. Seperti yang dibuat di Pasaman Barat 5. Di samping nagari tageh perlu juga pasar tradisional tageh, dengan membuat tabir pembatas antara pedagang dengan pembeli. Barang yang mau dibeli ditunjuk saja, tidak usah dipegang-pegang. Jaga jarak antara satu pedagang dengan yang lain minimal 1 meter. Pedagang dan pembeli wajib pakai masker dan jaga jarak, siapkan tempat cuci tangan.


”Kalau perlu saat masuk pasar tageh tadi ada thermal scanner, yang demam tidak boleh masuk pasar tageh tadi,” ujarnya.


Pemerintah kabupaten/kota, katanya, juga harus menyiapkan masing-masing rumah sakitnya. Tujuannya agar tidak selalu merujuk ke RSUP M. Djamil Padang.


(eds) 


loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update