Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 23 Juni 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
49.500 598 45.602 1.143
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Wagub Sumbar Bahas Kerja Sama Budidaya Sidat dengan Pemkab Cilacap

Kamis, 10 Juni 2021 | 14:25 WIB Last Updated 2021-06-10T07:30:37Z
Wagub Sumbar Audy Joinaldy Bahas Kerja Sama Budidaya Sidat dengan Pemkab Cilacap.

CILACAP, MJNews.ID - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy melakukan silaturahmi dengan Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji di Pendopo Wijaya Kusuma, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis 10 Juni 2021 pagi.


Selain membahas soal pengelolaan sampah menjadi energi, pada lawatan tersebut Wagub Sumbar itu juga membahas soal kerja sama sidat atau pengembangan budidaya ikan belut.


Audy mengatakan Sidat merupakan salah satu jenis ikan yang potensial untuk dikembangkan di wilayah Sumbar. Sebagian masyarakat menyebutnya sebagai ‘Belut Bertelinga’ memiliki nilai ekonomis penting baik untuk pasar lokal maupun luar negeri.


Permintaan pasar akan ikan sidat sangat tinggi mencapai 500.000 ton per tahun terutama dari Jepang dan Korea, pemasok utama Sidat adalah China dan Taiwan (Anonim, 2006). Sidat yang dikenal dengan ’unagi’ di Jepang sangat mahal harganya karena memiliki kandungan protein 16,4 persen dan vitamin A yang tinggi sebesar 4700IU.


“Selain belajar pengelolaan sampah, kita juga ingin belajar budidaya Sidat di Cilacap ini. Kita tahu sidat merupakan komoditas yang cukup seksi untuk di ekspor ke Jepang. Masakan sidat disebut Unagi,” ungkap Andy.


Wagub Audy menceritakan bahwa sebelumnya Menteri Perikanan dan Kelautan pernah mengunjungi Sumbar untuk meningkatkan pendapatan nelayan salah satunya budidaya sidat ini. Merupakan salah satu visi dan misi dari pemerintah Sumbar yang menganggarkan 10 persen untuk pertanian dan pertenakan.


“Kita juga budidaya ikan nila dan emas terbesar di pulau Sumatera yang bisa menghasilkan dari provinsi tetangga,” ucapnya.

 

Mengingat tingginya potensi ikan Sidat sebagai komoditi penghasil devisa dan perlunya pengembangan pembudidayaannya, maka akan dikupas sekilas mengenai morfologi, reproduksi dan aspek budidayanya.


“Semoga dalam kunjungan ini bisa membawa kemakmuran bagi masyarakat Sumbar. Kami juga berharap Bapak Bupati juga bisa melakukan kunjungan balasan ke Sumbar. Kami yakin Bapak nanti bisa makan 9 kali sehari di Sumbar, karena masakan Minangkabau ada dua rasa yaitu enak dan enak sekali,” tuturnya.


(Adpim Sumbar) 

loading...

Iklan Kiri Kanan





×
Berita Terbaru Update