Asli Chaidir: Segera Cairkan Anggaran Covid-19 untuk Ponpes dan Madrasah
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 4 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
74.669 14.169 58.947 1.558
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Asli Chaidir: Segera Cairkan Anggaran Covid-19 untuk Ponpes dan Madrasah

Jumat, 02 Juli 2021 | 09:00 WIB Last Updated 2021-07-02T02:00:00Z

Anggota Komisi VIII DPR, H.M. Asli Chaidir.

Padang, MJNews.ID - Kementerian Keuangan diminta untuk segera mencairkan anggaran bantuan penanganan Covid-19 bagi pondok pesantren dan madrasah. Dana bantuan sangat dibutuhkan ponpes dan madrasah untuk biaya ope rasional penyelenggaraan pendidikan bagi para santri di masa pandemi Covid-19.

Menurut Anggota Komisi VIII DPR, Asli Chaidir yang diblokir kurang lebih Rp500 miliar oleh Kemenkeu sehingga Kementerian Agama (Kemenag) sampai sekarang tidak bisa menyalurkan bantuan tersebut untuk ponpes dan madrasah padahal dimasa Covid ini anggaran tersebut sangat dibutuhkan untuk biaya operasional.

Politisi PAN tersebut menuturkan, pemblokiran dana Rp500 miliar yang dilakukan oleh Kemenkeu sudah terjadi selama enam bulan tanpa alasan yang jelas. 

Sampai saat ini Kemenkeu belum memberikan alasan yang pasti terkait pemblokiran dana tersebut.

Seperti yang diketahui, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah menjanjikan dukungan kepada ponpes dan pendidikan keagamaan di tengah pandemi Covid-19 melalui program pemulihan ekonomi pesantren, dengan alokasi anggaran Rp2,6 triliun.

Selain itu, Anggota DPR asal dapil Sumbar I ini berpendapat terkait dengan bertambah positif Covid-19 dan kapasitas rumah sakit, wisma atlet dan lainnya mulai penuh, diharapkan pemerintah segera memfungsikan asrama haji di seluruh Indonesia sebagai ruang isolasi pasien positif Covid-19.

Dia mengatakan setidak nya ada 27 asrama haji di seluruh Indonesia dengan total 3.465 kamar yang bisa difungsikan menjadi ruang isolasi untuk pasien COVID-19.

“Dengan tidak adanya jemaah haji tahun 2021, maka asrama haji bisa difungsikan sepenuhnya sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Ia mengatakan bahwa solusi menggunakan asrama haji bisa meng hemat anggaran untuk isolasi pasien daripada menggunakan hotel yang membutuhkan biaya besar,“ terang Asli.

Menurutnya, untuk mengubah fungsi asrama haji menjadi ruang isolasi membutuhkan fasilitas tambahan. Karena haji batal, dana APBN yang disiapkan untuk haji bisa dilakukan refocusing sebagian untuk pelayanan pasien Covid-19 di asrama haji.

Oleh karena itu perlu koordinasi lintas kementerian dilakukan untuk mengubah fungsi asrama haji menjadi ruang Isolasi. Dalam hal ini Kementerian Agama bersama Kementerian Kesehatan dan pihak pihak lain yang terkait. 

(eff/eds)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense



×
Berita Terbaru Update