Begini Tanggapan Lisda Hendrajoni soal Rencana Perpanjangan PPKM Darurat
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Begini Tanggapan Lisda Hendrajoni soal Rencana Perpanjangan PPKM Darurat

Minggu, 18 Juli 2021 | 13:00 WIB Last Updated 2021-07-18T06:00:00Z

Lisda Hendrajoni
Anggota DPR RI, Lisda Hendrajoni.

Painan, MJNews.ID - Anggota DPR RI, Lisda Hendrajoni menilai dampak dari PPKM sangat terasa langsung bagi masyarakat. Tidak hanya masyarakat miskin, namun juga masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian akibat pandemi. 

Lisda menilai masyarakat seperti inilah seharusnya juga menjadi perhatian pemerintah, agar tetap bertahan hidup di tengah pandemi.

“Ada ratusan ribu masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena pandemi. Akibatnya saat sekarang banyak yang mengadu tak sanggup bayar kontrakan rumah, untuk biaya sekolah anak bahkan untuk makan aja mereka sulit,” ujar Lisda.

Menurut Lisda dengan adanya pandemi yang menimbulkan PPKM juga akan menimbulkan lebih banyak masalah baru, salah satunya, dampak angka kemiskinan yang akan meningkat di Indonesia.

“Jika kita perhatikan dampak jangka panjang, tentunya angka kemiskinan kita di Indonesia. Kita ketahui, masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi, dan mereka akan memulai segala sesuatu dari nol. Tentu ini juga harus menjadi perhatian khusus pemerintah,” sambungnya.

Lisda menambahkan PPKM juga akan berdampak kepada kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, karena banyaknya permasalahan dalam penertiban maupun di lokasi penyekatan.

“Banyak sekali hal yang permasalahan yang timbul pasca PPKM. Bahkan ada beberapa yang Viral. Mulai dari pedagang yang dibubarkan, bahkan para sopir angkutan yang kehilangan penumpang. Ini menandakan adanya penolakan dari sebagian masyarakat. Tentu ini perlu dikaji, sehingga kita betul-betul dapat memberikan solusi yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Namun di balik itu, menurut Lisda ada ancaman pandemi yang lebih menyeramkan dan tidak bisa dikesampingkan. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat juga merupakan salah satu solusi dalam mengatasi hal tersebut.

Jika hal tersebut terwujud Lisda juga berharap kepada masyarakat, agar tidak pula muncul kecemburuan sosial yang malah menimbulkan permasalahan baru, yakni perpecahan antar masyarakat.

Terkait rencana pemerintah yang akan memperpanjang masa PPKM, Lisda menyatakan butuh evaluasi yang mendalam dengan segala aspek pertimbangan dan asas manfaat bagi masyarakat.

Dukung Libatkan Lembaga Usaha dan Komunitas
Sementara menyoal meningkatnya penyebaran Covid-19 hampir di seluruh Indonesia mengakibatkan kelangkaan ruang perawatan bagi pasien Covid-19, pada sejumlah rumah sakit. 

Tidak hanya itu, masyarakat yang terkonfirmasi positif dengan kasus tanpa gejala, juga sulit mencari lokasi isolasi mandiri (Isoman).

Ini menimbulkan wacana untuk mengajak keterlibatan dari lembaga usaha dan komunitas agar ikut berperan dalam penyediaan tempat Isoman.

"Tempat isolasi mandiri merupakan suatu kebutuhan di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia. Kita harus libatkan segala pihak dalam penanggulangan hal ini, termasuk lembaga usaha dan komunitas agar ketersediaan lokasi Isoman yang memadai dapat terpenuhi," ungkap Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni yang dikutip Rakyatterkini.

(rt)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update