Butuh Kebijakan Khusus Kurangi Dampak Pandemi Covid-19
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 4 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
74.669 14.169 58.947 1.558
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Butuh Kebijakan Khusus Kurangi Dampak Pandemi Covid-19

Minggu, 04 Juli 2021 | 08:00 WIB Last Updated 2021-07-04T10:14:57Z

Webinar "Membangun SDM Unggul dan Berdaya Saing di Tengah Pandemi Covid-19", Sabtu 3 Juli 2021. (kominfo)

PADANG PANJANG, MJNews.ID - Pandemi Covid-19 bukan hanya masalah penyebarannya saja, namun sangat berpengaruh terharap situasi ekonomi maupun sosial.

"Salah satu yang menjadi esensinya adalah bagaimana tatap muka tidak dapat berlangsung. Sedangkan banyak transaksi-transaksi yang harus dilakukan. Di Kota Padang Panjang, hal ini berpengaruh sekali," papar Wali Kota, H. Fadly Amran BBA, Datuak Paduko Malano yang menjadi salah satu narasumber webinar dengan tema "Membangun SDM Unggul dan Berdaya Saing di Tengah Pandemi Covid-19", Sabtu 3 Juli 2021, melalui Zoom Meeting.

Pada webinar yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Magister Manajemen (HIMA MM) Fakultas Ekonomi Universitas Andalas bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat itu, Wako Fadly juga mengutarakan, harus ada kebijakan-kebijakan khusus dalam mengurangi dampak ekonomi. 

"Pengurangan retribusi sudah dilakukan selama masa pandemi Covid-19 ini. Seperti pengurangan retribusi pasar, kita kurangi dari 75% menjadi 25%. Juga memberikan keringanan penundaan pembayaran bagi peserta retribusi dan memotong pajak restoran dan hotel dari 10% menjadi 5%, ini semata-mata untuk menciptakan kondisi yang kondusif terhadap perekonomian kita," jelasnya. 

Fadly juga menerangkan, dalam pelaksanaan program, harus teranggarkan dengan baik, dan harus terencanakan dengan baik, sehingga nanti eksekusinya pun juga baik. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Ir. Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc., MM, IPM, ASEAN. Eng saat membuka webinar ini mengatakan, saat ini Sumbar berada pada urutan ke-10 untuk kasus Covid-19 dari 34 provinsi di Indonesia.

"Untuk kondisi seperti sekarang ini, dengan pertumbuhan ekonomi yang terhambat, pengangguran semakin lama semakin naik, sangat diperlukan kesadaran dari kita masing-masing untuk dapat optimal dalam pemanfaatan teknologi yang sangat pesat ini," ujarnya. 

Audy juga mengatakan, ada 10 kunci sukses yang harus diterapkan. Di antaranya jujur, disiplin, good interpersonal skill, dukungan dari pasangan hidup, bekerja lebih keras dari yang lain, mencintai apa yang dikerjakan, kepemimpinan yang baik dan kuat, semangat dan kepribadian kompetitif, pengelolaan kehidupan yang baik, serta kemampuan menjual gagasan dan produk. 

Sementara itu, dalam kemajuan teknologi infomasi dan komunikasi berbasis digital yang mampu mengubah aspek kehidupan masyarakat, Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo selaku salah satu narasumber, berharap masyarakat indonesia bisa memanfaatkan teknologi ini dengan tepat dimasa pandemi ini. 

"Di masa sekarang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah penting. Teknologi adalah sebuah jawaban, dengan teknologi semua anak bangsa bisa menaklukan dunia," tuturnya. 

Webinar ini turut menghadirkan sejumlah narasumber lain seperti Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH, CEO PT Paragon Technology and Innivation, Salman Subakat, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa, dan Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz, yang diikuti sebanyak 189 peserta webinar.

(ndi)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense



×
Berita Terbaru Update