Daerah Zona Hijau Boleh Laksanakan Shalat Idul Adha Berjamaah
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 30 Juli 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
69.983 12.105 56.404 1.474
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Daerah Zona Hijau Boleh Laksanakan Shalat Idul Adha Berjamaah

Sabtu, 03 Juli 2021 | 12:45 WIB Last Updated 2021-07-03T06:17:28Z

Pembukaan MTQ V tingkat Nagari Kamang Hilie, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam di Lapangan MTs Negeri 2 Nagari Kamang Hilie, Sabtu 3 Juli 2021. (humas)

PADANG, MJNews.ID - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengatakan, daerah zona hijau Covid-19 dipastikan boleh melaksanakan Shalat Idul Adha 1442 Hijriah, karena itu masyarakat diimbau patuh protokol kesehatan dan ikut vaksin agar tingkat penyebaran virus bisa ditekan.

"Kalau sejak sekarang kita kompak untuk patuh prokes, ikut vaksin dan meningkatkan imun serta iman, mudah-mudahan daerah ini bisa zona hijau dan bisa melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha," katanya saat Pembukaan MTQ V tingkat Nagari Kamang Hilie, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam di Lapangan MTs Negeri 2 Nagari Kamang Hilie, Sabtu 3 Juli 2021.

Ia mengatakan, untuk daerah yang zona kuning, orange dan merah akan menunggu arahan dari pusat untuk pelaksanaan Sholat Idul Adha. Kemungkinan akan sama dengan pelaksanaan Sholat Idul Fitri sebelumnya yaitu mengikuti zona mikro.

Di sisi lain, Gubernur mengatakan pelaksanaan MTQ adalah sebuah kegiatan yang sejalan dengan gerakan kembali ke nagari dan kembali ke surau.

Nilai-nilai positif banyak yang bisa diambil dari kegiatan-kegiatan yang digelar secara bersama-sama, kompak dari berbagai lapisan masyarakat.

Menurutnya nilai-nilai ini pulalah dulu yang menciptakan tokoh-tokoh yang berperan besar dalam perjuangan mendirikan bangsa hingga kemudian dikenal secara nasional dan internasional.

Selain itu Minangkabau juga memiliki kearifan lokal yang menjadi prilaku keseharian yang mendukung terciptakanya soft skill yaitu berdiskusi hingga berdebat di lapau.

Hal itu pulalah makanya tokoh-tokoh dari Ranah Minang bisa memiliki kemampuan diplomasi dan negoisasi yang kuat.

"Semula bermula dari nagari, dari lapau-lapau, dari kearifan lokal kita," katanya.

Beberapa cabang yang diperlombakan dalam MTQ tersebut diantaranya cabang Tilawah,Tartil putra-putri, Hafidz Quran dan Azan.

Ikut hadir dalam acara itu Ketua DPRD Agam, Camat Kamang Magek, Wali Nagari Hidri Elhami, Wali Jorong Kamang Hilia, Alim Ulama, Cadia Pandai dan tokoh masyarakat Kamang Hilie.

(Adpim Sumbar)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update