DKI Jakarta Sedang Genting dan Darurat
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

DKI Jakarta Sedang Genting dan Darurat

Sabtu, 03 Juli 2021 | 03:00 WIB Last Updated 2021-07-02T20:00:00Z

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Jakarta, MJNews.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, saat ini kondisi Ibu Kota sedang dalam keadaan darurat Corona. Dia meminta warga Jakarta tak keluar dari rumah.

“Pesan pada seluruh masyarakat Jakarta, bahwa Jakarta sedang dalam keadaan genting, situasi darurat. Semua diminta untuk berada di rumah, tidak bepergian, kecuali ada kebutuhan mendesak dan kebutuhan yang mendasar,” ujar Anies di Polda Metro Jaya, Jumat 2 Juli 2021.

Anies mengatakan, jika tidak ada hal mendesak, warga diminta tetap diminta di rumah. Hal itu disampaikan Anies seusai rakor bersama Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, dan Kajati DKI.

Dia juga mengatakan mulai Jumat malam ada pembatasan di sejumlah jalan Jakarta. “Akan ada pembatasan ruang mobilitas, dan itu artinya jalan-jalan mulai nanti malam akan ada penutupan kampung-kampung, wilayah yang di sana terjadi kasus cukup tinggi biasa disebut zona merah oranye di situ ada pembatasan mobilitas,” kata Anies.

Warga Jakarta juga tidak lagi diizinkan berolahraga di tempat umum pada akhir pekan. “Sabtu-Minggu masyarakat Jakarta biasa berolahraga. Silakan meneruskan olahraga di rumah, di kompleks, tapi tidak keluar,” kata Gubernur 
Anies Baswedan dalam konferensi pers, Jumat kemarin.

Anies menegaskan larangan itu berlaku bagi semua jenis olahraga, termasuk bersepeda. Dia menekankan akan menertibkan warga yang tidak patuh pada pembatasan mobilitas ini.

“Baik yang bersepeda, baik yang lari, baik yang jalan. Jangan lakukan di jalan-jalan raya. Lakukan itu di rumah, di kompleks. Termasuk yang bersepeda. Kita akan melakukan penertiban. Kalau melanggar, diangkut bersama sepedanya,” ujarnya.

Anies pun meminta warga tetap tinggal di rumah. Dia menegaskan pembatasan mobilitas ini demi menyelamatkan nyawa warga Jakarta.

“Tinggal di rumah. Kita ingin Anda selamat. Ini bukan pembatasan untuk mengosongkan Jakarta. Bukan. Ini adalah pembatasan untuk menyelamatkan seluruh warga Jakarta. Ini adalah program penyelamatan,” kata Anies.
 
Pasar Tanah Abang Ditutup
Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat tutup mulai 3-20 Juli 2021. Hal itu seiring adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Pasar Tanah Abang yang ditutup adalah yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya di Blok A, Blok B, dan Blok F. Pengecualian berlaku untuk Blok G yang berjualan bahan pangan.

“Selama pemberlakuan PPKM darurat mulai tanggal 3 S/D 20 Juli 2021 seluruh pedagang dalam pengelolaan pasar grosir Tanah Abang Blok A, B dan F untuk sementara waktu ditutup. Terkecuali bagi para pedagang Blok G dengan jenis jualan bahan pangan masih tetap buka atau beroperasi,” demikian informasi dari Instagram resmi @perumdapasarjaya, Jumat 2 Juli 2021.

Sebagaimana dikutip detikFinance, Pasar Tanah Abang Blok G diperbolehkan beroperasi selama PPKM darurat dengan kapasitas maksimal 50%.

Keputusan ini diambil mengikuti instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM darurat Corona Virus Disease di Wilayah Jawa dan Bali.

“Selalu ikuti protokol kesehatan, terapkan selalu 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan salam sehat selalu untuk anda dan keluarga,” pintanya.

(*/dtc)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update