DPC Bara Api Desak Kejari Usut Dugaan Manipulasi Data di KONI Asahan
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 30 Juli 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
69.983 12.105 56.404 1.474
sumber: corona.sumbarprov.go.id

DPC Bara Api Desak Kejari Usut Dugaan Manipulasi Data di KONI Asahan

Selasa, 06 Juli 2021 | 05:15 WIB Last Updated 2021-07-05T22:15:27Z

DPC Bara Api Desak Kejari Usut Dugaan Manipulasi Data di KONI Asahan.

ASAHAN, MJNews.ID - DPC Bara Api menuntut Kejari dan Inspektorat Kabupaten Asahan mengusut adanya dugaan penyelewengan Dana Keberangkatan Atlet yang merupakan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan.

Pada Senin 5 Juli 2021, beberapa orang massa turun dari DPC Bara Api Asahan melakukan aksi demo. Massa dari DPC Bara Api menuntut Bupati Asahan H. Surya BSc, agar secepatnya memeriksa dengan teliti adanya dugaan penyelewengan dana hibah biaya keberangkatan atlet di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Asahan secepatnya.

Adha Khairuddin selaku Ketua DPC Bara api Asahan meminta kepada KONI agar transparan dan jelas dalam penggunaan dana hibah Pemkab Asahan tersebut.
 
Selanjutnya, massa meminta kepada Bupati Asahan agar mengevaluasi Pejabat BPKAD Kabupaten Asahan, yang diduga kuat ikut berperan serta dalam pencairan dana hibah KONI Kabupaten Asahan tersebut.

"Sehingga berpotensi merugikan keuangan negara yang kita cintai ini," ucap Ketua Bara Api dengan tegas.

Kemudian massa bergegas mendatangi Kantor BKAD Asahan, namun tak seorangpun bersedia atau perwakilan dari Kantor BKAD menyambut kedatangan mereka. Atas sikap dari pihak kantor BKAD Asahan tersebut, massa benar benar Kecewa, dan langsung menuju kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan.

Massa kemudian mendesak Kejari Asahan di hadapan Kasi Intel Kejari Asahan Js Malau SH, agar secepatnya mengusut dugaan penyelewengan yang merugikan negara, penyalahgunaan dana hibah oleh KONI Asahan.

"Ada dugaan rekayasa atas biaya pengiriman keberangkatan atlet setiap cabang olahraga (cabor) yang mengikuti Kejurda atau Kejurnas," tegas Ketua Bara Api.

"Dugaan keberangkatan atlet, KONI Asahan pungut biaya dari pihak ketiga, sementara dana hibah KONI Asahan terus meningkat pertahunnya mencapai Rp 8 miliar lebih.

"Dua atlet yang berangkat, tetapi dalam SPJ, 10 atlet diberangkatkan. Mark up ini diduga dilakukan pengurus KONI Asahan," jelas Ketua Bara Api.

Ungkapnya dalam orasi, kami menduga pengurus KONI Asahan melakukan manipulasi data juga penginapan, serta jumlah atlet yang diberangkatkan mengikuti kejuaraan. Diduga, Pengurus KONI Asahan serta Pejabat BKAD Asahan ada udang di balik batu, ada permainan dalam pencairan dana hibah Pemkab Asahan.

“Usut dan tangkap aktor intelektual serta pihak-pihak yang terlibat dalam praktek haram ini," teriak massa.

Kakan Kesbangpol Pemkab Asahan, R. Tambunan menanggapi dan menerima tuntutan dari massa pendemo tersebut, dan ia berjanji akan segera menyampaikan kepada Bupati Asahan serta mengkonfirmasikan dengan pihak terkait secepatnnya.

Menanggapi tuntutan massa, Kasi Intel Kejari Asahan mengatakan, kami akan menindaklanjuti tuntutan ini,dan segera memanggil pihak yang terkait.

"Saya meminta dalam waktu 7 hari kami akan memberi kabar kepada DPC Bara Api," tegas Kasi Intel Kejari.

(Ansori)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update