Gapoktan Rukuning Sri Arum Purworejo Sukseskan Demplot Padi Varietas Baru
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 30 Juli 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
69.983 12.105 56.404 1.474
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Gapoktan Rukuning Sri Arum Purworejo Sukseskan Demplot Padi Varietas Baru

Rabu, 21 Juli 2021 | 19:00 WIB Last Updated 2021-07-21T13:26:41Z

Gapoktan Rukuning Sri Arum Sukseskan Demplot Padi Varietas Baru
Gapoktan Rukuning Sri Arum Sukseskan Demplot Padi Varietas Baru.

Purworejo, MJNews.ID - Musim tanam II tahun ini menjadi berkah bagi gabungan kelompok tani Rukuning Sri Arum Desa Sidarum, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo setelah mendapat program demplot padi dari Kementerian Pertanian melalui BPPT Jawa Tengah.

Para petani di Desa Sidarum merasa senang karena dari demplot padi seluas 10 hektare kini tiba saatnya untuk dipanen.

Ada beberapa varietas baru yang ditanam diantaranya jenis varietas padi khusus seperti Nutri zinc, Baroma, Pamelen, Arumba dan Jeliteng. Kemudian varietas padi spesifik lokasi seperti Inpari 32, Inpari 46, Siliwangi dan Digdaya.

10 hektare lahan demplot yang diolah Gapoktan Rukuning Sri Arum yang diketuai Sulis selaku koordinator lapangan.

Kadus II Ifan Sutrisno menjelaskan bahwa program demplot ini didapat dari Bapak Yogo Trianto dan Bapak M Taufik. Beliau yang menjadi jembatan bagi kami untuk mendapatkan progam ini.

"Sedianya saat panen akan dihadiri Bapak Bupati Purworejo dan Bapak Panggah Susanto, anggota DPR RI Pusat, akan tetapi mengingat situasi yang masih masa PPKM sehingga beliau membatalkan hadir," terang Ifan.

"Panen atau ubinan dilaksanakan hari Rabu tanggal 21 Juli 2021 dihadiri dari BPPT Semarang, Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Kabupaten Purworejo yang diwakili oleh PPL Wibi Kecamatan Kutoarjo serta Bapak Drs Sugiyarto selaku kepala Desa Sidarum," imbuhnya.

Sementara itu, Bapak Kepala Desa Sidarum Sugiarto merasa bangga karena desa kami bisa terpilih menjadi salah satu desa yang menerima program demplot di musim tanam II ini.

"Semoga dengan program demplot ini bisa menambah ilmu pengetahuan dan wawasan para petani desa Sidarum, yang kemarin kemarin cara bercocok tanam dan mengolah tanah dengan cara tradisional sekarang tau tehnologi pertanian yang modern melalui sekolah lapangan yang dilaksanakan dalam program demplot kali ini," katanya.

Hasil dari program demplot ini semua untuk petani. BPPT hanya akan mengambil sedikit untuk sample hasil saja.

Adapun bantuan yang diberikan pemerintah dalam program ini meliputi biaya olah tanah, biaya tanam, bibit dan pupuk serta obat-obatan semua itu gratis.

Dari hasil ubinan, panen setiap hektarenya rata-rata 8 - 9,5 ton gabah kering.

(Taufik)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update