Grup Talempong Aguang Koto Kaciak Mengadu, Ini Kata Bupati Agam
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 30 Juli 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
69.983 12.105 56.404 1.474
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Grup Talempong Aguang Koto Kaciak Mengadu, Ini Kata Bupati Agam

Kamis, 01 Juli 2021 | 11:00 WIB Last Updated 2021-07-01T04:00:00Z

Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman menyaksikan penampilan seni tradisional talempong aguang dari Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu 30 Juni 2021.

AGAM, MJNews.ID - Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman menyaksikan penampilan seni tradisional talempong aguang dari Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, setelah berdialog dengan TVRI Sumatera Barat, di taman PLTA Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Rabu 30 Juni 2021.

Sebelumnya, grup talempong aguang yang berasal dari nagari pinggiran Danau Maninjau ini mengikuti shooting dengan TVRI Sumbar di taman PLTA tersebut.

Salah seorang anggota grup seni talempong aguang, Jeni Aulia menyampaikan kendala yang dihadapi dalam melestarikan seni tradisional itu kepada bupati.

“Ada beberapa kendala yang kita hadapi di grup seni talempong aguang ini, salah satunya masalah peralatan,” ujarnya.

Peralatan di grup talempong aguang Nagari Koto Kaciak ini, katanya, sudah lama yang telah memakan usia sekitar 5 atau 6 tahun, sehingga butuh alat baru untuk bisa tampil maksimal.

Di sisi lain masalah penampilan, selama ini tampil hanya pada pesta pernikahan dan festival, serta kurangnya regenerasi karena anak muda sekarang lebih cenderung mengejar seni model baru dibanding tradisi.

Menanggapi hal itu, grup talempong aguang Nagari Koto Kaciak mendapat angin segar dari Bupati Agam, Dr. H. Andri Warman, setelah menyatakan bakal membantu satu set peralatan untuk grup seni tradisional tersebut.

“Sepanjang tidak menyalahi aturan kalau anggarannya ada kenapa tidak kita bantu, karena ini menyangkut budaya yang merupakan aset Minangkabau, khususnya di Agam,” sebut bupati yang akrab disapa AWR ini.

Ditegaskannya, jangan lihat murah dan mahalnya peralatan, tapi bagaimana seni budaya Minangkabau ini tetap lestari dan berkembang di tengah masyarakat.

(emg)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update