Jakarta Pecah Rekor Lagi, Bertambah 13.133 Kasus Covid-19
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Jakarta Pecah Rekor Lagi, Bertambah 13.133 Kasus Covid-19

Minggu, 11 Juli 2021 | 17:25 WIB Last Updated 2021-07-11T18:43:53Z

ilustrasi covid-19

JAKARTA, MJNews.ID - DKI Jakarta kembali memecahkan rekor kasus harian Covid-19 sepanjang pandemi melanda. Tercatat, sebanyak 13.133 kasus Covid-19 pada Minggu 11 Juli 2021. Rekor tertinggi sebelumnya adalah pada Jumat (9/7) dengan 13.112 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan, sebanyak 32.751 orang dites PCR hari ini. Hasilnya, 13.133 positif dan 19.618 negatif. 

Dwi menyebut, tren kasus positif aktif pada anak juga terus bertambah. Sebanyak 14 persen dari 13.133 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun. Rinciannya 1.438 anak usia 6-18 tahun dan 422 kasus anak usia 0-5 tahun. 

“Untuk itu, penting sekali bagi para orang tua agar menjaga anak-anaknya lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi,” kata Dwi dalam siaran pers Pemprov DKI Jakarta, Minggu 11 Juli 2021.

Dwi melanjutkan, dengan 13.133 kasus hari ini, kasus konfirmasi secara total di Jakarta menjadi 662.442 kasus. Sebanyak 564.437 orang (85,2 persen) di antaranya sembuh dan 9.395 orang (1,4 persen) meninggal. Angka kematian bertambah 38 orang dibanding sehari sebelumnya. 

Karena itu, kasus aktif atau orang masih dirawat/isolasi di Jakarta saat ini menjadi 88.610 orang. Turun 7.475 orang dibanding sehari sebelumnya. 

Enam Skenario
Sementara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan jauh-jauh hari telah mempersiapkan enam skenario jika kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota tembus 100 ribu. Kini, enam skenario itu mulai dieksekusi.

“Nanti sore kita akan ada rapat khusus soal itu (enam skenario) dengan Pemerintah Pusat dan semua skenario yang ada saat ini sedang dalam fase eksekusi,” kata Anies usai meninjau kegiatan vaksinasi di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad 11 Juli 2021. 

Kasus aktif di Jakarta tembus 100 ribu pada 7 Juli 2021. Kasus aktif di atas 100 ribu bahkan terus bertahan pada 8 dan 9 Juli. Adapun pada 10 Juli, kasus aktif turun menjadi 96.085. 

Anies sebelumnya memprediksi bahwa kasus aktif Covid-19 akan mencapai 100 ribu pada tanggal 6 - 11 Juli. Ia juga menyebut bahwa akan ada 40 ribu orang butuh perawatan saat kasus aktif tembus 100 ribu. 

Karena itu, pada 2 Juli lalu, Anies mempersiapkan enam skenario saat kasus aktif tembus 100 ribu. Berikut enam skenarionya:

Pertama, rumah sakit kelas A dikhususkan sepenuhnya untuk ruang ICU pasien Covid-19. Kedua, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet dikhususkan untuk penanganan pasien dengan gejala sedang-berat. 

Ketiga, rumah susun (rusun) diubah menjadi fasilitas isolasi terkendali untuk pasien dengan gejala ringan. Anies mengatakan, tempat isolasi terkendali yang sudah digunakan adalah Rusun Nagrak, Ragunan, dan TMII. 

Ketiga tempat itu berkapasitas 3.060 pasien dan pada 2 Juli sudah terisi 1.863 pasien. “Di luar tiga lokasi tersebut, sedang disiapkan 28 lokasi baru, termasuk Rusun Pasar Rumput. Total tambahannya 6.534 tempat tidur isolasi,” kata Anies.

Kini, Pemprov DKI juga sedang mengkaji penggunaan Rusun Daan Mogot dan Pulogebang sebagai tempat isolasi terkendali. Jika digunakan, kedua rusun itu diperkirakan bisa menampung 3.000 pasien.

Keempat, mengubah stadion indoor dan gedung-gedung konvensi besar menjadi rumah sakit darurat penanganan kasus darurat kritis. Pengelolaannya diusulkan dalam satu manajemen dengan RSDC Wisma Atlet. 

“JI-Expo Kemayoran nanti akan dipakai. Bisa menampung 24.000 orang di situ,” ucap Anies.

Kelima, memastikan kebutuhan tenaga kesehatan terpenuhi. Termasuk penambahan tenaga kesehatan dari luar DKI Jakarta. Keenam, memastikan ketersediaan oksigen, APD, alat kesehatan, dan obat-obatan.

(***)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update