Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Singapura Berlakukan Lockdown
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 4 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
74.669 14.169 58.947 1.558
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Singapura Berlakukan Lockdown

Rabu, 21 Juli 2021 | 22:00 WIB Last Updated 2021-07-21T18:55:53Z

ilustrasi lockdown

MJNews.ID - Singapura akan kembali memberlakukan lockdown dengan mengembalikan langkah kesehatan warga mereka ke level di bawah fase 2 (peringatan tinggi). Lockdown akan berlaku mulai Kamis 22 Juli 2021 hingga 18 Agustus mendatang.

Langkah lockdown diambil setelah negara tersebut mencatatkan lonjakan kasus dalam dua hari terakhir. Singapura melaporkan dari 182 infeksi baru covid-19 yang ditularkan secara lokal pada Selasa 20 Juli 2021, 142 di antaranya berasal dari klaster Pelabuhan Perikanan Jurong. Sementara itu, 12 infeksi lain terlacak di klaster KTV.

Secara keseluruhan, Singapura melaporkan 195 kasus Covid-19 baru pada hari Selasa (20/7). Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Juli tahun lalu.

Singapura mengatakan kasus di klaster di Jurong tersebut berbeda dengan klaster karaoke TV (KTV) yang hanya menyasar pada golongan masyarakat muda. Klaster Pelabuhan Perikanan Jurong bisa berdampak lebih buruk karena bisa mempengaruhi masyarakat yang lebih luas, termasuk manula.

Penambahan kasus di klaster Jurong ini menjadikannya klaster aktif terbesar di Singapura, dengan 321 kasus secara keseluruhan.

“Ini sangat memprihatinkan, karena dapat mempengaruhi banyak orang di komunitas kami di seluruh pulau,” demikian tertulis dalam keterangan pers Kementerian Kesehatan Singapura, dikutip dari Channel News Asia, Rabu 21 Juli 2021.

Singapura sebenarnya sudah melakukan serangkaian upaya untuk menahan klaster yang muncul, seperti menempatkan semua pekerja pelabuhan di karantina, dan melakukan pengujian pengawasan massal terhadap mereka yang bekerja di pasar tertentu dan warung makan.

Singapura juga memutuskan untuk menutup sejumlah pasar seperti Haig Road Market & Food Centre serta and Chong Pang.

Dengan pengetatan ini, pemerintah kembali melarang warga makan dine ini di restoran dan kafe. Selain itu, pemerintah juga melarang pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari dua orang. Selain itu, jasa perawatan wajah seperti facial, make-up, dan pengusaha sauna harus menutup bisnis mereka selama sebulan ke depan.

Bioskop tetap beroperasi dengan dibatasi 100 orang. Konsumsi makanan dan minuman dilarang dalam bioskop. Aktivitas peribadatan di rumah-rumah ibadah, pertunjukan musik, pertandingan olahraga, dan pemberkatan pernikahan juga dibatasi menjadi 100 orang.

Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan Singapura menunjukkan kasus penyebaran corona di wilayah mereka memang meningkat. Data antara 12 Juli dan 18 Juli, setidaknya ada rata-rata 46 kasus komunitas yang terdeteksi per hari. Singapura menyebut, kasus tersebut merupakan yang tertinggi sejak April 2020.

Sejak Pandemi, secara total, Singapura telah melaporkan 63.440 kasus Covid-19 dengan angka kematian mencapai 36. Sebagian besar terkait dengan wabah di asrama pekerja migran tahun lalu.

Langkah Singapura untuk memberlakukan kembali lockdown merupakan pukulan telak bagi negara yang menjadi pusat keuangan di Asia Tenggara tersebut. Pada akhir Juni, Singapura mengatakan sudah siap berdamai dengan Covid-19 dengan tidak menganggap Covid-19 sebagai flu biasa, bukan pandemi.

(***)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense



×
Berita Terbaru Update