Masyarakat Galuang Sungai Puar Kirimkan 500 Kg Rendang ke Rantau
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 30 Juli 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
69.983 12.105 56.404 1.474
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Masyarakat Galuang Sungai Puar Kirimkan 500 Kg Rendang ke Rantau

Kamis, 22 Juli 2021 | 11:00 WIB Last Updated 2021-07-22T04:19:26Z

Kepala markas PMI Bukittinggi, Jais
Kepala markas PMI Bukittinggi, Jais.

AGAM, MJNews.ID - Bupati Agam, Andri Warman sangat mendukung adanya inovasi masyarakat Jorong Galuang, Kenagarian Sungai Puar, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) yang merencanakan mengirimkan rendang kepada masyarakat Galuang di perantauan seperti Jabodetabek, Bandung dan Medan, rendang dikirim itu beratnya sekitar 500 kg.

Terkait inovasi masyarakat Jorong Galuang mengirimkan rendang untuk warganya yang ada di perantauan, Bupati Agam, Andri Warman diminta komentarnya melalui telepon, Rabu 21 Juli 2021, mengatakan, pandangan Pemkab Agam, kami sangat mendukung baik, sebagai Bupati Agam maupun sebagai wirausaha armada AWR,
Saya siap mengirim dengan mobil AWR ke Jakarta, karena kita sesama masyarakat baik di rantau atau di kampuang senasib sepenanggungan, ujar Andri Warman di balik ponselnya.

Menurut koordinator pengiriman rendang, Jais dan juga sebagai Kepala Markas PMI Bukittinggi yang dihubungi Rabu 21 Juli 2021, di Kantor PMI mengatakan, kegiatan tersebut sebuah kepedulian masyarakat jorong Galuang terhadap sanak saudara di perantauan seperti di Jabodetabek, Bandung, dan Medan.

Rendang ini nantinya akan di bagikan kepada masyarakat Galuang yang ada di rantau, khususnya mereka yang terdampak Covid-19 dan program PPKM.

"Kegiatan ini didukung penuh oleh PMI Bukittinggi karena PMI juga peduli dan berkerjasama dengan masyarakat Jorong Galuang dalam pembuatan dan pendistrisbusian rendang sebanyak 500 kg," ujar Jais.

Dalam pendistribusian ini, PMI Bukittinggi juga melakukan koordinasi dengan PMI Sumbar yang selanjutnya PMI Sumbar mengeluarkan rekomendasi kepada PMI DKI Jakarta mendampinginya. 
Kegiatan ini sebenarnya bentuk kepedulian urang kampung kepada masyarakat rantau karena selama ini warga di kampung banyak berharap bantuan dari orang rantau ke kampung.

"Sekarang kita orang kampung yang peduli dengan orang rantau. kita sama-sama mengetahui bahwa DKI, Jabar, maupun Medan termasuk zona merah dan program PPKM, mereka juga beberapa bulan ini tidak bisa melakukan aktivitas dan justru perekonomian boleh dibilang memprihatinkan," terangnya.

"Rendang dikirim itu adalah daging kurban yang telah dibagi kepada masyarakat kemudian oleh masyarakat dikembalikan lagi kepada panitia kurban untuk direndangkan selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat Galuang di perantauan," ujar Jais.

(ril)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update