Menkes Wanti-wanti 7 Provinsi soal Virus Corona Varian Delta, Termasuk Sumbar
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Menkes Wanti-wanti 7 Provinsi soal Virus Corona Varian Delta, Termasuk Sumbar

Selasa, 06 Juli 2021 | 14:00 WIB Last Updated 2021-07-06T07:00:00Z

Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Jakarta, MJNews.ID - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti tujuh provinsi di luar Pulau Jawa menyangkut penyebaran virus Corona varian Delta. Dari tujuh Provinsi itu, termasuk di antaranya Sumatera Barat

Menkes Budi Gunadi menyebut ada pola penyebaran yang perlu diwaspadai tujuh provinsi ini.

“Ini juga menjadi kekhawatiran saya karena kita mengamati varian Delta ini masuk sejak bulan Maret di Indonesia. Waktu itu WHO belum menyebut ini sebagai variant of concern atau varian berbahaya. WHO menyatakan varian ini varian berbahaya itu tanggal 11 Mei, kemudian mulai memperketat genome sequencing kita di daerah-daerah di mana varian Delta sudah masuk," kata Menkes Budi menjawab pertanyaan soal varian Delta dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI, yang disiarkan YouTube DPR RI, Senin 5 Juli 2021.

Awal penyebaran virus Corona varian Delta di Pulau Jawa dan Bali. Kemudian penyebaran semakin meningkat seusai Lebaran. "Di Jakarta waktu itu, ada di Karawang, ada di Cilacap, kemudian di Madura, dan ada di Bali. Kita sudah mencoba memperketat tapi sejak 11 Mei ditetapkan WHO, 13 Mei kita ada Lebaran, seminggu kemudiannya sudah naik dengan cepat," ujarnya.

Menkes Budi Gunadi kemudian memikirkan bagaimana langkah ke depannya agar varian Delta tidak menyebar ke luar Pulau Jawa. Ia memaparkan ada kenaikan signifikan kasus Corona di luar Pulau Jawa.

"Kekhawatiran kami, ke depannya bagaimana? Antisipasinya bagaimana? Kita sekarang juga sudah melihat daerah-daerah provinsi di luar Jawa, yang memang terlihat jumlah kenaikan kasusnya itu extraordinary," ucapnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran varian Delta yang begitu cepat, Menkes meminta adanya pengetatan seperti di daerah yang pernah ditemukan varian Delta. Menkes Budi mewanti-wanti tujuh provinsi di luar Jawa soal penyebaran virus Corona varian Delta.

"Jadi ada beberapa provinsi yang sudah saya minta untuk segara dilakukan genome sequencing yang lebih ketat sama seperti yang kita lakukan sebelumnya, untuk mengamati apakah memang penyebaran ke sana juga terjadi. Ada dua provinsi di Kalimantan yang saya minta untuk diperiksa, yaitu Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, dan ada empat provinsi di Sumatera yaitu Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung, ada lima, yang memang pola penyebarannya perlu kita antisipasi dengan lebih hati-hati, apakah penyebaran Delta ini sudah sampai di sana," imbuhnya.

Sebelumnya, di Jawa Barat, virus Corona varian Delta terdeteksi di sejumlah kabupaten/kota. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, varian virus tersebut yang menular lebih cepat ini ditemukan di sembilan kabupaten/kota.

Dari hasil whole genome sequencing, varian ini ditemukan di wilayah Bandung Raya seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang. Kemudian di wilayah Kabupaten Kuningan, Purwakarta, Subang, Karawang dan Kota Depok.

"Varian Delta sudah banyak masuk di Jabar, kita harus berhati-hati karena daya tularnya 3 sampai 10 kali lipat. Satu hal yang juga kita pertahankan adalah tingkat kematian atau fatalitas di Jabar, Alhamdulillah di Jabar masih rendah, di bawah rata-rata nasional di 1,37, nasional itu 2,6," kata Kang Emil dalam jumpa pers virtual, Rabu minggu lalu.

Dilihat dari data yang ada, ia menyimpulkan varian Delta ini lebih cepat menular, tetapi tingkat kesembuhan warga yang terpapar varian ini lebih tinggi dengan waktu yang relatif lebih cepat.

"Varian Delta mulai mendampaki usia muda, laporan dari Boromeus, saya mendapati pasien-pasien usia muda jadi banyak. Tapi semuanya cepat sembuh, karena anak muda imunitas kuat," katanya.

(*/dtc)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update