Pelajar Terlibat Kasus Penganiayaan Berujung Pembunuhan Diringkus Polisi
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 4 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
74.669 14.169 58.947 1.558
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pelajar Terlibat Kasus Penganiayaan Berujung Pembunuhan Diringkus Polisi

Rabu, 21 Juli 2021 | 23:00 WIB Last Updated 2021-07-21T17:32:03Z

ilustrasi pengeroyokan
Ilustrasi.

Padang, MJNews.ID - Seorang remaja berinisial GS (16) dibekuk polisi atas kasus dugaan penganiayaan secara bersama-sama terhadap pelajar yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 20 Juli 2021, dinihari di Jalan Bypass kilometer 11 sekitar pukul 03.00 WIB. Sedangkan pelaku ditangkap sekitar pukul 22.00 WIB.

"Baik pelaku maupun korban masih berusia anak dan sama-sama masih berstatus sebagai pelajar," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda dalam keterangan pers, Rabu 21 Juli 2021.

Ia mengatakan, GS (16) yang telah menjalani proses secara hukum akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan 351 KUHP.

Dijelaskan, kejadian berawal ketika korban bersama 8 orang temannya melintasi Jalan By Pass Padang, kilometer 11. Korban Farhan posisinya berboncengan dengan korban Andika.

"Saat melintasi Jalan By Pass dinihari itu korban melihat ada gerombolan pelaku dengan jumlah sekitar 15 orang," ujarnya.

Melihat hal tersebut, korban Farhan bersama teman-temannya langsung putar balik untuk melarikan diri, namun dikejar oleh rombongan pelaku.

Aksi kejar-kejaran sepeda motor pun sempat terjadi, dengan rombongan pelaku mengejar sambil membawa senjata tumpul dan senjata tajam.

Di tengah aksi kejar-kejaran tersebut, pelaku GS diduga telah melemparkan balok kayu ke arah korban hingga keduanya terjatuh.

"Setelah terjatuh, pelaku kembali mengambil balok kayu dan melemparkan ke kaki korban Dika, setelah itu, ia langsung meninggalkan lokasi kejadian," katanya.

Akibat kejadian itu, korban Farhan meninggal dunia, sedangkan korban Andika masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Menanggapi kejadian tersebut, Kompol Rico Fernanda mengingatkan agar para orangtua mengawasi anaknya masing-masing, terutama pada aktivitas malam hari.

"Jika memang tidak ada kepentingan atau pun keperluan, sebaiknya anak dilarang keluar malam demi keamanan dan keselamatan," katanya lagi.

(ap/eds)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense



×
Berita Terbaru Update