Pelatihan Sekolah Wirausaha Aisyiyah Payakumbuh Diharapkan Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pelatihan Sekolah Wirausaha Aisyiyah Payakumbuh Diharapkan Bisa Dorong Pemulihan Ekonomi

Kamis, 01 Juli 2021 | 05:00 WIB Last Updated 2021-06-30T22:00:00Z

Pelatihan Sekolah Wirausaha Aisyiyah Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, MJNews.ID - Ekonomi masyarakat di masa pandemi ini benar-benar terpuruk sangat dalam. Untuk mengangkat perekonomian masyarakat itu, dituntut kreativitas dan inovasi dari masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Apalagi bagi generasi muda, juga dituntut jiwa kewirausahaan dalam menumbuhkan daya saing. 

Dengan dasar pentingnya kewirausahaan bagi generasi muda sekarang, maka Pimpinan Daerah Aisiyah (PDA) Kota Payakumbuh melalui Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan melaksanakan Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA), yang berlangsung di sekolah SMP Muhammadiyah Kota Payakumbuh, Kelurahan Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara.

Wakil Walikota Payakumbuh Erwin Yunaz, kepada wartawan, Rabu (30/6), mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh SWA itu. Pelatihan kewirausahaan SWA angkatan I diagendakan akan berlangsung selama 3 hari dan berakhir pada 1 Juli, akan menghadirkan pemateri dari berbagai kalangan, yakni dari Pemerintah Kota Payakumbuh, DPRD Kota Payakumbuh, pengusaha lokal, guru dan dosen.

“Kita sangat mengapresiasi pelatihan entrepreneurship yang diselenggarakan oleh Yayasan Aisiyah, yang merupakan pelatihan dasar kewirausahaan (bisnis) untuk memberikan gambaran umum tentang peranan, klasifikasi dan berbagai aspek, strategi serta lingkungan tentang kegiatan bisnis. Pelatihan kewirausahaan ini diarahkan pada pemahaman konsep dasar fungsi-fungsi bisnis utama, pengelolaan organisasi bisnis, penyusunan struktur organisasi, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, dana manajemen operasi secara umum dan komprehensif,” ujarnya.

Menurut Erwin, manfaat bagi para peserta pelatihan wirausaha ini adalah agar setiap peserta yang ingin menjadi pengusaha bisa memahami pendekatan dasar dalam manajemen bisnis, serta mampu mengaplikasikannya dalam praktik empirik. Sehingga terbentuk entrepreneur yang tangguh dalam mengelola seluruh aspek kehidupan usaha (bisnis) secara komprehensif dan mandiri.

“Mulai dari pendekatan pada klien atau konsumen, penggalian ide–ide bisnis, mengasah sensitivitas intuisi bisnis, sampai pada keyakinan-keyakinan dalam perilaku bisnis,” tambahnya.

Selain itu, apresiasi tinggi juga diberikan kepada SWA angkatan I yang diharapkan memberi andil dalam mengembangkan kegiatan kewirausahaan di Kota Payakumbuh. karena pelatihan entrepreneurship Yayasan Aisiyah tidak hanya bicara soal sistem dan metode berdagang atau berbisnis semata, tetapi menyangkut karakteristik, sifat, jiwa, bahkan spirit dari esensi sebuah bisnis.

“Tentunya, dengan sekolah kewirausahaan ini nantinya akan muncul banyak wirausahawan-wirausahawan baru yang mumpuni di Kota Payakumbuh,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala SWA Delvia Andrini, dalam laporannya menyampaikan, SWA angkatan I mempunyai misi menjadi pelopor terciptanya perempuan mandiri yang berkarakter islami dan berjiwa nasionalisme. Sedangkan maksud diselenggarakannya SWA yaitu sebagai pedoman pelaksana program Sekolah Wirausaha Aisyiyah berbasis Daerah Aisyiyah di seluruh Indonesia.

“Tujuan pelatihan ini adalah agar setiap peserta dapat memahami pengertian bisnis dalam tata ekonomi nasional maupun internasional. Dan memberikan pengantar dalam memahami isi yang berkaitan dengan berbagai bidang kehidupan bisnis,” ucapnya.

Dikatakan, animo warga dalam mengikuti pelatihan kewirausahaan ini sangatlah tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang ingin mengikuti pelatihan ini. 
Awalnya pihak yayasan hanya menargetkan untuk menerima 30 orang peserta. Akan tetapi karena animo warga yang cukup tinggi untuk ikut, maka di akhir penutupan penerimaan peserta, panitia hanya sanggup untuk menambah 10 orang peserta lagi.

“Pembatasan peserta ini dikarenakan sekolah wirausaha Aisyiyah merupakan baru angkatan pertama dan dengan ini tentu kami dari penyelenggara ingin memaksimalkan kegiatan SWA angkatan I. Dimana dengan jumlah peserta yang tidak banyak, tentu akan membuat pelatihan kewirausahaan berjalan dengan maksimal. Untuk memenuhi keinginan warga yang belum bisa ikut bergabung dalam pelatihan ini nantinya, PDA Kota Payakumbuh akan kembali melaksanakan pelatihan kewirausahaan di angkatan selanjutnya,” katanya.

(yud)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update