Pemko Bukittinggi Jangan Arogan, "Asal Malantong" Kesana Kemari!
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 30 Juli 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
69.983 12.105 56.404 1.474
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pemko Bukittinggi Jangan Arogan, "Asal Malantong" Kesana Kemari!

Senin, 05 Juli 2021 | 23:10 WIB Last Updated 2021-07-05T18:44:29Z

Amril Anwar, Ketua DPRD Herman Sofyan dan Wakil Ketua DPRD Nur Asra. (munasril bb)

Bukitinggi, MJNews.ID - Walikota Bukittinggi, Erman Safar mengeluarkan himbauan kepada pengelola Banto Trade Center (BTC) untuk menertibkan PKL di sekeliling bangunan BTC.

Menurut Walikota Bukittinggi tersebut, ada tiga alasan untuk mengosongkan areal tersebut. Sejak adanya pedagang berjualan di sekeliling BTC, sangat berdampak kepada pedagang di pasar bawah, menjadi sepi dan omzet mereka pun menurun, sementara pedagang pasar bawah adalah pedagang lama yang sudah turun menurun bahkan sudah ada tiga generasi.

Ditambah lagi masalah retribusi. Di samping itu, lokasi PKL tidak sesuai dengan peruntukan. Alasan lainnya, menurut Walikota Eman Safar, pihak BTC harus melunasi PBB kepada pengelola Citicon. Pemko memberi waktu sampai Rabu 7 Juli 2021.

Menyikapi himbauan Walikota Erman Safar tersebut, perwakilan BTC Amril Anwar yang akrab dipanggil Am Katargo mengungkapkan, di samping perwakilan BTC dan juga mewakili pedagang di sana, pertama sekali ia mengucapkan terima kasih kepada pihak DPRD yang telah bersedia menerima para pedagang PKL dalam rangka penyampaian aspirasi mereka.

"Saya tidak bisa terima kalau Pemerintah Kota bertindak arogan dan "asal malantong" (asal ngomong), berteriak kesana kemari akan dikosongkan ini itu, saya tidak suka itu. Jadi artinya, jangan kita menekan orang yang susah. Apa masalah yang terjadi, cari solusinya. Untuk meramaikan BTC saja, Pemerintah Kota tidak bisa," katanya kesal.

Dulunya pedagang berjualan di pinggir jalan yang mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kemacetan. Di saat itu, mantan walikota Ismet Amziz meminta kepada saya, bagaimana caranya mengatasi kemacetan, bisa tidak pedagang ini berjualan di areal pasar banto BTC? Spontan saya jawab bolehlah Pak Wali," ujar Amril Anwar.

Sekarang beliau sudah tahu kalau Walikota Erman Safar ingin mengosongkan, katanya, ya silahkan saja, biar pedagang kembali berjualan di pinggir jalan seperti dulu, dan jalan pun kembali macet.

"Tetapi kita tidak seperti itu. Kita menyadari mereka yang berdagang itu orang banyak dan juga kita tidak melihat mereka berasal dari mana. Para pedagang itu jelas orang hidup, orang yang mencari makan, membawa sayur satu 'katidiang' dari kampung ke pasar, hanya untuk sekedar membeli beras dan ikan kering (maco) untuk anak-anaknya di rumah. Begitulah kehidupan mereka," kata Amril Anwar lagi.

Sementara Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan yang dihubungi MJNews.ID, Senin 5 Juli 2021, seusai pertemuan dengan pedagang mengatakan, permasalahan ini sudah masuk ke DPRD. Tentu DPRD tidak mengelak terhadap masalah tersebut.

"Insya Allah, Bamus DPRD segera mengadakan rapat teknis dengan perwakilan BTC Amril Anwar. Sesegera mungkin diadakan rapat, tentu saja dengan bahan dan dokumen-dokumen yang akan kami pelajari di lembaga ini," katanya.

"Kalau kita melihat, permasalahan yang muncul ini sebenarnya agak miskomunikasi, antara Citicon sebagai investor pembangunan BTC dengan Pemerintah Kota Bukittinggi yang akibatnya berdampak pada pedagang," ujar Ketua DPRD.

(Munasril BB)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update