Penjelasan Hendri Susanto Bertolak Belakang dengan David Rinaldo?
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Penjelasan Hendri Susanto Bertolak Belakang dengan David Rinaldo?

Senin, 12 Juli 2021 | 13:00 WIB Last Updated 2021-07-12T11:20:30Z

obral chaniago

Oleh: Obral Chaniago/Journalist

Sijunjung, MJNews.ID - Penjelasan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Sijunjung, Hendri Susanto, ternyata semakin menarik saja dicermati terkait Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah akan meresmikan pamakaian Masjid Al-Muhsin di Dusun Muaro Batuk. Ternyata, peresmian pemakaian Masjid Al-Muhsin batal karena dihalangi perangkat Kenagarian Timbulun.

Terkuak jawaban dari Kepala Kantor Kesbangpol dan Linmas, David Rinaldo pada konfirmasi berikutnya pada waktu yang berbeda, yang mengundang gubernur Sumbar untuk rencana peresmian pemakaian Masjid Al-Muhsin adalah pengurus Masjid Al-Muhsin.

Kalau diamati atas penjelasan dari David Rinaldo, batalnya meresmikan pemakaian masjid ini, tak tertutup kemungkinan ide atau gagasan yang memberikan saran kepada pengurus Masjid Al-Muhsin, diduga tak terlepas dari saran baik dari orang dekat gubernur Sumbar secara politis.

Semakin diamati juga semakin asyik dan semakin menggelitik ditelisik satu persatu antara jawaban dari David Rinaldo dengan balasan pesan dari Hendri Susanto. 

Menurut Hendri Susanto, pada balasan pesan yang kedua kalinya yang tertujukan ke ponsel nomor WhatsApp awak media ini, Hendri Susanto, dalam balasan pesannya sepertinya berindikasikan melakukan pembelaan atau mengelak?

Pasalnya, penjelasan dari Hendri Susanto, sangat jauh berbeda dengan penjelasan dari David Rinaldo.

Kalau diamati lagi, tentang penjelasan dari Hendri Susanto, "bahwa kehadiran Gubernur ke Pesantren Syekh Amiluddin Pudak adalah atas permintaan Pimpinan Pondok Pesantren tersebut Tuanku Buya Haji Malin Sidi, yang langsung didampingi oleh Ketua DPD PKS Sijunjung dalam bentuk shilaturahim informal," tulis Hendri Susanto.

Selanjutnya pada pragraf berikutnya dari penggalan satu kalimat yang sama pada pragraf berikutnya Hendri Susanto menyebutkan, "turut hadir dalam kunjungan informal tersebut beberapa Tokoh Kabupaten Sijunjung. Pasalnya Gubernur Sumbar pagi harinya selesai Upacara Siaga antisipasi Kebakaran Hutan (KARHUTLA) bersama Bupati 50 Kota. Kemudian acara batagak gala Kapolda Sumbar di Padang Panjang," inilah penjelasan dari Hendri Susanto, disalin kiriman dan dimuat secara utuh.

Dari jawaban Hendri Susanto, sama sekali tak menyentuh soal Gubernur Sumbar, tapi adanya undangan dari pengurus Masjid Al-Muhsin.

Tetapi infonya, bahwa Gubernur Sumbar ditolak oleh perangkat Kenagarian Timbulun, Kecamatan Tanjung Gadang, terkait batalnya meresmikan pemakaian Masjid Al-Muhsin, bahwa info ini adalah balasan dari Kepala Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Sijunjung, David Rinaldo. 

Sedangkan David Rinaldo adalah orang yang dipercayakan oleh Pemerintah Kabupaten Sijunjung selaku Kepala Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Sijunjung. 

Dan, begitu juga Hendri Susanto, adalah pentolan politisi partai PKS di negeri 'lansek manih", ini selaku Ketua DPD PKS Kabupaten Sijunjung. 

Lalu gagasan dan ide siapa maka pengurus Masjid Al-Muhsin berkesempatan untuk mengundang Gubernur Sumbar untuk meresmikan pemakaiannya masjid ini?

Sedangkan, balasan dari Hendri Susanto, sama sekali tak bersentuhan jawabannya terkait tentang peresmian Masjid Al-Muhsin oleh Gubernur Sumbar. 

Tetapi pimpinan masyarakat Kenagarian Timbulun, sebelumnya telah menjumpai Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah yang juga selaku/Pimpinan partai PPP/sebagai partai pengusung.

Info yang diperoleh awak media ini seperti ini juga masih dari David Rinaldo, bahwa Gubernur Sumbar ditolak oleh perangkat Kenagarian Timbulun, terkait konflik batas wilayah dua nagari. 

Tentunya timbul pula dugaan pertanyaan, siapakah pula penggagas yang memberikan saran serta ide untuk menolak Gubernur Sumbar meresmikan pemakaian Masjid Almuhsin?

Pembatalan karena penolakan perangkat Kenagarian Timbulun dengan alasan batas wilayah kedua kenagarian ini belum ditetapkan karena masih dalam proses pembahasan. Info ini juga dari David Rinaldo dan dari Kadis DPMN Kabupaten Sijunjung, Kamsiardi, dalam balasan dari penjelasannya pada awak media ini, Jumat 9 Juli 2021.

Menurut Kamsiardi, "terkait kedua batas nagari Timbulun dengan nagari Sijunjung, masih dalam proses fasilitasi di Tim Kabupaten,.... InsaAllah dalam waktu dekat segera akan kita fasilitasi rapat lanjutan untuk batas kedua nagari," katanya. 

Jika dirujuk keatasnya, pasangan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansarullah diusung oleh partai PKS dan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy diusung oleh partai PPP. 

Yuk, diamati, harmoniskah, atau sudah dimulaikah genderang 'perang' antara Mahyeldi dengan Audy?

Terlalu cepat dong!

Uruslah dulu visi dan misi Anda berdua selaku Gubernur dan Wakil Gubernur untuk membangun Sumbar. Karena jadwal 'perang' masih lama lagi.

Semoga saja, rakyat badarai jangan terjebak dengan intrik politik tingkat tinggi.

Salam.

(***)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update