Pertanian Modern Harus Manfaatkan Teknologi Informasi Cuaca BMKG
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 30 Juli 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
69.983 12.105 56.404 1.474
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Pertanian Modern Harus Manfaatkan Teknologi Informasi Cuaca BMKG

Sabtu, 03 Juli 2021 | 21:00 WIB Last Updated 2021-07-03T14:00:00Z

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi menghadiri pembukaan Sekolah Lapangan Iklim Operasional dan Tanam Padi Perdana Kelompok Tani PRL Rajo Tigo Selo Jorong Babukik, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sabtu 2 Juli 2021.

AGAM, MJNews.ID - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi menghadiri pembukaan Sekolah Lapangan Iklim Operasional dan Tanam Padi Perdana Kelompok Tani PRL Rajo Tigo Selo Jorong Babukik, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sabtu 2 Juli 2021.

"Teknologi menjadi salah satu faktor untuk memajukan sektor pertanian. Para petani harus bisa memanfaatkannya," kata Mahyeldi.

Menurutnya, saat ini sektor pertanian adalah yang paling besar memberikan pendapatan bagi daerah sekitar 23 persen.

Sebanyak 57 persen masyarakat Sumbar juga bergelut di bidang pertanian karena itu pertanian menjadi salah satu fokus perhatian dalam masa kepemimpinannya.

Mahyeldi menyebut ketersediaan pangan yang didukung oleh pertanian yang maju akan memberikan jaminan ketahanan pangan. 

Ketahanan pangan adalah salah satu jaminan bagi masyarakat untuk bisa tenang menjalankan usaha yang menggerakkan perekonomian daerah, termasuk dalam masa pandemi Covid-19.

Padi organik menjadi salah satu produk pertanian yang tidak saja bisa berfungsi sebagai pendukung ketahanan pangan tetapi unggul pula dalam kandungan yang bisa menyehatkan.

"Kita akan arahkan 18 ribu PNS Pemprov Sumbar untuk mengkonsumsi padi organik," katanya.

Ke depan produk pertanian Sumbar juga akan dikerjasamakan untuk mengisi kebutuhan provinsi lain di Sumatera.

Bahkan kata Mahyeldi DKI Jakarta juga siap untuk menampung beras asal Sumbar sehingga pasar untuk produk pertanian daerah itu masih terbuka lebar.

"Untuk meningkatkan produksi perlu teknologi," katanya.

Sementara Kepala BMKG Padang Pariaman, Sakimin mengatakan, sekolah lapangan yang dilakukan adalah untuk mengenalkan informasi cuaca dan iklim pada petani.

"Petani juga bisa memanfaatkan informasi tentang cuaca setiap hari yang bisa dijadikan patokan untuk bertani agar lebih baik," katanya.

Sementara Kepala BI Perwakilan Sumbar, Wahyu Pernama mengatakan pihaknya juga bertujuan untuk membantu UMKM dan pertanian di Sumbar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Usai acara, Gubernur Mahyeldi menyerahkan bantuan dua unit tractor dan alat penyemprot hama.

Acara itu juga dihadiri Sekda Agam Martias Manto, Kadis Pertanian Sumbar Syafrizal dan sejumlah pihak lain.

(Adpim Sumbar)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update