Prodi Ilmu Biomedis FK Unand Hasilkan Doktor Baru
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Prodi Ilmu Biomedis FK Unand Hasilkan Doktor Baru

Kamis, 15 Juli 2021 | 10:00 WIB Last Updated 2021-07-15T03:00:00Z

Tim penguji menyerahkan piagam kepada DR dr Eka Fithra Elfi
Tim penguji menyerahkan piagam kepada DR dr Eka Fithra Elfi, Sp JP (K) setelah sukses mempertahankan disertasinya pada ujian terbuka Doktor Program Studi Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Unand. (ist)

Padang, MJNews.ID - Program Studi Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang kembali menghasilkan seorang doktor baru, setelah dr. Eka Fithra Elfi Sp Jp (K) berhasil melewati ujian terbuka mempertahankan disertasinya dari pertanyaan yang berat tim penguji, Rabu 14 Juli 2021.

Dr. Eka Fithra Elfi, putra dari mantan Wakil Bupati Solok periode 2000-2005 Prof Elfi Sahlan Ben (alm) merupakan Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang berdinas di Rumah Sakit M Djamil Padang.

Ujian terbuka program studi ilmu biomedis program doktor tersebut dilakukan di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Dr. Eka mengajukan penelitian berjudul Analisis Kadar Endothelial Microparticles, Endothelial Nitric Oxide Synthase, dan Endothelin-1 pada Diabetes Mellitus dengan Infark Miokard Akut.

Ujian terbuka disertasi program studi Ilmu Biomedis program Doktor dipromotori Prof Dr dr Ellysa Nasrul SpPK (K), dan diuji oleh Prof Dr dr Delmi Sulastri MS SpGK, Dr dr Hafni Bachtiar MPH Fisph FisCM, dr Hirowati Ali PhD dan penguji eksternal dr Suko Ardianto SpJP (K) PhD FIHA.
dr Eka Fithra Elfi Sp jp (K) yang resmi bergelar Doktor itu mengaku sangat terharu, akhirnya perjuang annya bisa menorehkan hasil membanggakan.

"Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan masalah dalam bidang penyakit jantung, karena dalam dua dekade terakhir telah menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia mencapai 12,8% (WHO, 2008) penyakit ini ditemukan tidak hanya pada negara maju, namun prevalensinya juga semakin tinggi pada negara-negara berkembang dan negara dunia ketiga (Lopez, 2006) data World Health Organization dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan proporsi kematian akibat PJK di Indonesia mencapai 5.1% dan lebih dari 30.000 pasien dirawat setiap tahun akibat penyakit ini," ungkapnya.

Dijelaskan lagi, penyakit jantung koroner pada umumnya merupakan obstruksi pada arteri koroner karena plak ateroma. Mekanisme kompleks dari pembentukan plak ateroma dimulai dari akumulasi lipid dalam tunika intima, pembentukan sel busa dan pembentukan matriks ekstra seluler yang menjadi komponen penyusun plak ateroma, dalam hal ini inflamasi berperan penting mulai dari disfungsi endotel yang menginisiasi plat ateroma hingga timbulnya instabilitas plat yang menimbulkan infark miokard akut (IMA).

"Itulah sedikit gambaran tentang hasil penelitian yang saya buat, dengan tujuan untuk menganalisis kadar EMP, eNOS, dan ET - 1 pada pasien DM dengan infark miokard akut," ujarnya.

(bim)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update