Duh! Puluhan Triliun Dana Bantuan Sosial Belum Dicairkan
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Duh! Puluhan Triliun Dana Bantuan Sosial Belum Dicairkan

Rabu, 21 Juli 2021 | 12:00 WIB Last Updated 2021-07-21T05:19:38Z

penyaluran dana bansos
Ilustrasi penyaluran dana bantuan sosial.

Jakarta, MJNews.ID - Puluhan triliun rupiah dana dialokasikan negara untuk program bantuan sosial (bansos), membantu rakyat yang terdampak pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap, ternyata baru sedikit dana bansos yang dicairkan.

Karena itu, pencairan bansos harus dipercepat! “Percepat bantuan sosial dan percepatan belanja daerah,” kata Jokowi dalam pengarahan untuk para kepala daerah se-Indonesia, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin 19 Juli 2021.

Ada anggaran UMKM yang pertama-tama disoroti Jokowi dalam konteks ini. Ia menerima data, ada Rp 13,3 triliun anggaran UMKM untuk 514 kabupaten/kota dan provinsi, namun yang dipakai baru Rp 2,3 triliun.

“Padahal kita sekarang ini butuh sekali. Rakyat butuh sekali. Rakyat menunggu, sehingga saya minta ini agar segera dikeluarkan,” kata Jokowi memberi perintah kepada para kepala daerah.

Selanjutnya, ada anggaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebesar Rp 12,1 triliun. Kendati duit anggarannya begitu besar, namun yang dicairkan untuk Perlinsos baru Rp 2,3 triliun. “Belum ada 20% semuanya. Padahal rakyat menunggu ini,” kata Jokowi yang dikutip detikcom.

Ada pula dana desa. Total ada Rp 72 triliun dana desa. Dari jumlah total itu, ada Rp 28 triliun yang dipakai untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ternyata, yang dicairkan ke rakyat baru sedikit.

“Tetapi yang terealisasi, yang dipakai, baru Rp 5,6 triliun, juga kurang dari 25%. Ini yang saya minta semuanya dipercepat,” lanjut Jokowi.

Presiden mengatakan akhir pandemi belum dapat diprediksi karena virus Corona terus bermutasi. Jokowi pun bicara soal kesiapan Indonesia menghadapi situasi yang belum pasti ini.

Ia mengatakan Indonesia perlu ketahanan napas yang panjang karena pandemi mungkin lebih lama dari yang diperkirakan. “Setelah varian pertama, kemudian datang varian Delta, 3 hari lalu WHO menyampaikan diperkirakan akan muncul lagi varian baru lagi,” kata Jokowi.

“Dan ini akan menyebabkan pandemi bisa lebih panjang dari yang kita perkirakan. Artinya kita butuh ketahanan napas yang panjang,” imbuhnya.

Dia meminta para kepala daerah fokus pada penanganan pandemi di daerah masing-masing. Gubernur hingga bupati/wali kota diminta bisa mengatur perangkat daerah hingga Indonesia bisa melewati pandemi. “Manajemen serta organisasi adalah kunci dan saya minta semua mesin organisasi dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Jokowi menambahkan sosok pemimpin lapangan yang kuat sangat diperlukan dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Jadi kepala daerah tersebut paham kondisi riil masyarakat dan dapat bergerak cepat untuk meredam Covid-19 di wilayahnya.

“Kita membutuhkan kepemimpinan lapangan yang kuat untuk menghadapi pandemi sekarang ini, kepemimpinan yang paham lapangan, yang bisa bergerak cepat dan responsif dan kepemimpinan lapangan ini harus kuat di semua level pemerintahan dari level atas sampai level kecamatan tingkat kelurahan dan desa,” pungkasnya.

(***)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update