Shalat Idul Adha di Rumah Saja, Pembagian Daging Kurban akan Diantar
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Shalat Idul Adha di Rumah Saja, Pembagian Daging Kurban akan Diantar

Jumat, 16 Juli 2021 | 19:00 WIB Last Updated 2021-07-16T17:53:34Z

Bupati Purworejo Agus Bastian

PURWOREJO, MJNews.ID - Masyarakat Purworejo diminta melaksanakan Shalat Idul Adha di rumah masing-masing dan penyembelihan dilakukan 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Pembagian daging kurban akan ndilakukan dengan cara diantar ke rumah warga yang mendapatkan guna menghindari terjadinya kerumunan.

Sosialisasi itu dilakukan pada gelaran Forum CVP secara virtual di Command Center, Jumat 16 Juli 2021, yang mengusung tema pelaksanaan Idul Adha di Kabupaten Purworejo di tengah pemberlakuan PPKM Darurat.

Kepala Kantor Kemenag Purworejo, Fathur Rochman menjelaskan, pemantauan pelaksanaan rangkaian kegiatan Idul Adha akan dilakukan bersama-sama dengan Kepala KUA dan para penyuluh dengan terjun ke masing-masing desa/kecamatan.

Di tengah kondisi perkembangan pandemi di Indonesia dan Purworejo khususnya yang belum juga mengalami penurunan. Bahkan di beberapa minggu terakhir, terjadi eskalasi penambahan terkonfirmasi positif yang sangat tinggi.

Kondisi ini tentunya dapat menjadi perhatian bersama, bagaimana agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah menyambut Idul Adha ini dengan baik tanpa berpotensi terjadi eskalasi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 setelahnya.

Sementara Bupati Purworejo, Agus Bastian minta agar seluruh masyarakat khususnya warga Purworejo dapat mematuhi pedoman teknis kegiatan pada rangkaian ibadah Idul Adha yang telah dikeluarkan Kementerian Agama.

“Saya meyakini pedoman pelaksanaan Idul Adha merupakan langkah terbaik yang diambil pemerintah sebagai bagian dari ikhtiar kita dalam menghadapi pandemi ini,” kata bupati.

Selama PPKM Darurat, Purworejo telah menerapkan kebijakan mematikan PJU selama 24 jam. Hal ini dimaksudkan agar mengurangi mobilitas masyarakat sekaligus menindaklanjuti Instruksi Menko Marives pada rapat koordinasi evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali.

(Eliska)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update