Soal Peresmian Masjid Al-Muhsin, Bupati dan Wabup Sijunjung Diduga Mulai Tabuh 'Genderang Perang'
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Soal Peresmian Masjid Al-Muhsin, Bupati dan Wabup Sijunjung Diduga Mulai Tabuh 'Genderang Perang'

Jumat, 02 Juli 2021 | 17:11 WIB Last Updated 2021-07-02T10:11:17Z

Wabup Sijunjung, Iraddatillah.

Sijunjung, MJNews.ID - Wakil Bupati (Wabup) Sijunjung, Iraddatillah menegaskan, bahwa tidak ada larangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung, saat kedatangan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah ke Kabupaten Sijunjung. 

Ungkapan ini ditegaskan Wabup Sijunjung, Iraddatillah, saat dijumpai Jumat 2 Juni 2021, dalam kesibukannya di Kantor Bupati Sijunjung. 

Terkait ini sehubungan kedatangan Gubernur Sumbar pada Senin 28 Juni 2021 ke Kabupaten Sijunjung, berencana meresmikan pemakaian Masjid Al-Muhsin di Dusun Muaro Batuk. Namun, kedatangan Gubernur Sumbar ditolak perangkat Nagari Timbulun, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung.

Masih terkait ini, saat ditanyakan pada Wabup Iraddatillah, sekaitan penolakan kedatangan Gubernur Sumbar dan ditolak oleh perangkat Nagari Timbulun dengan alasan batas kedua Kenagarian Timbulun dengan Kenagarian Sijunjung belum jelas batas wilayahnya. 

Tetapi ketika dikonfirmasikan lagi, penolakan kedatangan gubernur merupakan indikasi konspirasi politik yang dijadikan perangkat Nagari Timbulun sebagai 'tameng' untuk menolak kedatangan gubernur meresmikan peresmian Masjid Al-Muhsin. 

Tentang hal itu, kata Wabup Iraddatillah, tidak ada indikasi konspirasi politik.

Seputar ini pun berbagai info dihimpun oleh awak media ini, bahwa Wabup Iraddatillah dengan Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir sudah mulai tabuh 'genderang' perang.

Hal ini dapat dibuktikan oleh masyarakat yang mengamati, sehubungan ditolaknya kedatangan Gubernur Sumbar meresmikan masjid tersebut oleh perangkat Nagari Timbulun. Karena gubernur berkunjung ke daerah ini atas undangan warga petinggi partai PKS di Kabupaten Sijunjung.

"Disebabkan itu, sehingga Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir merasa tersinggung. Pasalnya, gubernur masuk ke daerah Sijunjung tidak serta merta memberi tahu Bupati Sijunjung," sebut sumber yang enggan nama dan identitasnya untuk dituliskan namanya.

"Karena sekaitan ini, mereka yang menduga partai tertentu dianggap melakukan curi start kampanye terselubung melalui peresmian masjid tersebut," dugaan sumber.

(Obral Chaniago)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update