Sosialisasi Program Kampung Iklim di Nagari Salido Sari Bulan
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Sosialisasi Program Kampung Iklim di Nagari Salido Sari Bulan

Kamis, 01 Juli 2021 | 02:00 WIB Last Updated 2021-06-30T19:00:00Z

Sosialisasi Program Kampung Iklim di Nagari Salido Sari Bulan.

Pesisir Selatan, MJNews.ID - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan mensosialisasikan Program Kampung Iklim (Proklim) di Nagari Salido Sari Bulan, Kecamatan IV Jurai, Rabu 30 Juni 2021.

"Kampung Salido Kecil dinilai aktif melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terintegrasi sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pengendalian perubahan iklim," ungkap Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan, Beny Riswan melalui Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Darpius Indra.

Dikatakan, sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan aktif melakukan kegiatan pembinaan Proklim (Program Kampung Iklim) di Nagari Salido Sari Bulan, Kecamatan IV Jurai.

Dijelaskan, Proklim bertujuan menunjang penurunan emisi GRK (Gas Rumah Kaca), sebab melalui kegiatan ini akan dapat meningkatkan pemahamam masyarakat terhadap perubahan dan dampak yang akan ditimbulkan dari perubahan iklim.

"Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap perubahan iklim, maka semua pihak akan terdorong untuk melaksanakan aksi yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat, disamping itu juga berkonstribusi terhadap upaya pengurangan emisi GRK," ucapnya.

Dijelaskan, nagari yang dijadikan sasaran penilaian terus didorong berperan aktif ikut menjaga kelestarian lingkungan dengan tetap melakukan usaha-usaha atau kegiatan ekonomi tanpa mengabaikan hal-hal yang bisa berdampak terhadap perubahan iklim.

"Jadi sebetulnya, kepedulian terhadap lingkungan mestinya tumbuh secara sadar dari individu. Sikap inilah yang kemudian secara simultan dapat menyelamatkan lingkungan dari dampak buruk, seperti polusi udara, air atau menurunnya fungsi sumberdaya alam," tukasnya.

Ia mengungkapkan, penumbuhan kesadaran bagi pemeliharaan lingkungan butuh waktu dan energi, karena perlu upaya advokasi dan inisiasi dari berbagai pihak, tidak saja pemerintah tetapi juga masyarakat dan komunitas peduli lingkungan.

"Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap perubahan iklim, maka semua pihak akan terdorong untuk melaksanakan aksi yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat," katanya.

(myd)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update