Sri Mulyani Batal Tarik Utang Rp 219 Triliun
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Sri Mulyani Batal Tarik Utang Rp 219 Triliun

Selasa, 13 Juli 2021 | 14:00 WIB Last Updated 2021-07-13T07:00:00Z

Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani Indrawati.

JAKARTA, MJNews.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masih mencari utang baru di tengah pandemi COVID-19 ini. Namun, jumlahnya lebih kecil dari Undang-undang (UU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

Sri Mulyani mengatakan di semester II-2021 pihaknya akan mencari tambahan utang sebesar Rp 515,1 triliun. Dengan demikian outlook utang sepanjang tahun ini hanya mencapai Rp 958,1 triliun, lebih dari outlook APBN 2021 sebelumnya Rp 1.177,4 triliun.

“Prognosa kita untuk semester II hanya akan mencapai Rp 515,1 triliun. Ini hal yang bagus, berarti kita mengurangi kenaikan utang yang tadinya Rp 1.177 triliun menjadi Rp 958 triliun atau turun 18,6%,” kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Banggar DPR RI, Senin 12 Juli 2021.

Sri Mulyani menyebut proyeksi utang pada semester I-2021 mencapai Rp 443 triliun. Jika digabung dengan proyeksi utang pada semester II-2021, maka utang sepanjang tahun 2021 lebih rendah Rp 219 triliun.

Utang itu menurun seiring proyeksi defisit APBN yang lebih rendah. Meski masih di rentang 5,7% dari PDB, defisit secara nominal akan ditekan menjadi Rp 939,6 triliun dari Rp 1.006,4 triliun. “APBN awal Rp 1.006,4 triliun. Kita perkirakan akhir tahun defisitnya di bawah itu, yaitu Rp 66,8 triliun lebih kecil, yaitu Rp 939,6 triliun. Ini adalah sesuatu yang bagus,” bebernya dikutip detikFinance.

Menurunnya pembiayaan utang juga terjadi karena pemanfaatan tambahan Sisa Lebih Anggaran (SAL) untuk pembiayaan lainnya, termasuk investasi pemerintah. Tambahan SAL salah satunya digunakan untuk tambahan investasi pemerintah dalam rangka penyelesaian Tol Sumatra I dan infrastruktur transportasi.

“Penerimaan negara kita bagus, belanja kita absorpsinya optimal, dan kita lihat dari sisi penggunaan SAL yang kita pakai secara optimal dalam situasi saat ini. Hal ini juga ditujukan tidak hanya untuk kita sekedar pulih, tapi membangun fondasi ekonomi yang makin kuat ke depan,” tutupnya.

(*/dtc)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense



×
Berita Terbaru Update