Struktur Bangunan Masjid Jami' Bukittinggi akan Dirubah Total Lebih Representatif
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 4 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
74.669 14.169 58.947 1.558
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Struktur Bangunan Masjid Jami' Bukittinggi akan Dirubah Total Lebih Representatif

Rabu, 14 Juli 2021 | 21:00 WIB Last Updated 2021-07-14T14:54:26Z

Maket Masjid Jami' Bukittinggi
Maket Masjid Jami' Bukittinggi.

BUKITTINGGI, MJNews.ID - Pengurus rumah ibadah Masjid Jami’ merencanakan akan merobah total struktur bangunan Masjid Jami yang ada sekarang yang lebih representatif sesuai dengan perkembangan bangunan masjid di beberapa daerah di Indonesia atau di negara lainnya. Rekontruksi bangunan ulang/bangunan baru Masjid Jami sesuai perencanaan berlantai tiga, diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 27 miliar.

Rencana pengurus rumah ibadah Masjid Jami untuk melakukan perobahan total struktur bangunan masjid yang ada sekarang lebih representatif ternyata mendapat dukungan dari Walikota Bukittinggi, Erman Safar.

Masjid Jami berada di Jalan DR Hamka, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Bukttinggi. Menurut salah seorang pengurus bernama Pasalide mengatakan, masjid ini pada 1950 mendapatkan program rehab atau revitalisasi hingga selesai di 1956, sebelumnya Masjid Jami’ Tarok bernama Masjid Jami’ Al Anshar.

Seiring waktu, hari saling berganti dengan bulan, hingga tahun pun sekarang sudah di 2021 Masehi. Keberadaan Masjid Jami’ Tarok tetap menjadi menjadi primadona bagi jamaah untuk sarana ibadah, bukan semata dari warga Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, atau Kota Bukittinggi tetapi masyarakat yang melintasi ruas jalan raya itu tetap menjadikan pilihannya pada masjid yang memiliki filosofi dan literatur sejarah.

Mencermati situasi dan perkembangan masyarakat mendasari keinginan masyarakat agar Masjid Jami’ Tarok segera mendapatkan program pembangunan guna menghadirkan rumah ibadah yang lebih representatif. Bahkan, diagendakan Masjid ini bukan difokuskan pada revitalisasi kembali tetapi rekonstruksi atau bangun baru/bangun ulang. 

Program rekonstruksi itu seperti disampaikan oleh ketua umum Masjid Jami’ Tarok H Irman Bahar kepada MJNews.ID, Selasa 13 Juli 2021, mengatakan, pihaknya memfasilitasi keinginan jamaah agar terwujud masjid yang kokoh, megah, asri, bersih, bernilai, indah dan nyaman. Memang dalam catatan sejarah yang diterima pengurus dengan pembuktian sebuah dokumentasi foto lama 
bahwa Masjid Jami’ Tarok sudah patut untuk mendapatkan peningkatan infrastruktur, tahun 1956 bukan waktu yang sebentar. Dikatakan, dari musyawarah dan kesepakatan bersama maka dalam waktu dekat ini di tahun 2021.

Masjid Jami’ Tarok kota Bukittinggi telah membuktikan tahapan awalnya dengan peletakan batu pertama yang diagendakan dilakukan oleh Walikota Erman Safar.

Diketahui, rencana rekonstruksi pembangunan Masjid Jami’ Tarok ini semestinya sudah dapat dilihat oleh publik, di mana di depan pagar masjid ini telah dipasang gambar atau desain masjid yang akan berubah bentuk tampilannya. Hal demikian merupakan salah satu pembuktian transparansi public terhadap masjid, dikarenakan masjid adalah milik masyarakat.

Ia menambahkan, segala hal yang ada di masjid serupa program atau kegiatan, keuangan, administrasi dan urusan lainnya disampaikan kepada jamaah guna menghindari perasaan atau pemikiran yang tidak diinginkan terjadi atau muncul di tengah masyarakat. Pengurus ingin dukungan untuk melaksanakan amanah yang telah diemban dari jamaah itu sendiri.

Lebih lanjut dikatakan H Irman Bahar yang juga merupakan salah seorang Anggota DPRD kota Bukittinggi ini, sekarang pengurus Masjid Jami’ Tarok masih dalam pengurusan administrasi dan segala perizinan yang diperlukan sehingga pembangunan ulang rumah ibadah itu berjalan dengan lancar sesuai perencanaan.

Menurutnya, Masjid Jami’ Tarok Kota Bukittinggi ini dikenal dengan masjid yang memiliki banyak tiangnya di samping terdapat filosofi lainnya.

“Dulu masjid ini dibangun dan didirikan dengan menggunakan kayu sekitar tahun 1800 an oleh nenek moyang kita di sini. Terakhir selesai direhab pada tahun 1956, jadi sudah lama sekali. Sudah dimana dan kemana, masjid yang banyak tunggaknyo iyolah Masjid Jami’ Tarok. Kami pengurus yang sekarang berniat dengan ikhlas masjid ini harus dibangun baru,” ujarnya.

Direncanakan rekonstruksi Masjid Jami’ Tarok dibangun berlantai 3 dengan menelan anggaran sebanyak Rp 27 miliar. Pengurus akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan arsitek, Dinas Pekerjaan Umum, dan tokoh masyarakat untuk menyikapi tahapan berikutnya. 
Saat ini masih pandemic covid-19 tentu mempengaruhi rangkaian kegiatan yang akan digelar nantinya, jika dilangsungkan prosesi peletakan batu pertama pembangunan baru Masjid Jami’ Tarok tidak melanggar Protokol Kesehatan yang ada.

“Iya, insya allah tahun ini. Tapi sekarang masih di suasana corona, kita lihat perkembangannya, jika sudah selesai semua urusan dan perizinannya kita akan langsungkan, sekarang kita tengah siapkan surat-suratnya,” imbuhnya.

Masjid Jami’ Tarok Kota Bukittinggi ini nantinya dapat menampung jamaah dengan kapasitas mencapai 1.800 orang. Bangunan masjid yang digunakan sekarang masih dipertahankan sebagai bagian dari basement sehingga dapat menampung parkiran kendaraan yang cukup banyak, jika dibongkar keseluruhan maka akan menimbulkan pembiayaan yang cukup besar nantinya.

Disebutkan, desain gambar atau tampilan masjid merupakan hasil karya dari lima orang arsitek dari Bandung Jawa Barat yang bergabung hingga mempersembahkan arsitektur mengagumkan.

Masjid Jami’ Tarok Bukittinggi mendapatkan dana bantuan dari APBD tahun 2022 sebanyak Rp 5 miliar, kemudian ditambah dengan bantuan dana dari para Anggota DPR berjumlah Rp 2 miliar, sehingga nantinya total dana itu diperoleh Rp 7 miliar. Sedangkan, dana wakaf dan infaq yang terhimpun mencapai Rp 1,5 miliar.

“Kita sudah melihat beberapa tampilan masjid di Kota Padang, Pesisir Selatan dan daerah lain yang memiliki masjid indahnya, maka itu hasil karya arsitek ITB Bandung. Ya, kita optimis pembangunan ulang Masjid Jami’ Tarok ini dapat terlaksana dengan baik sesuai tahapannya.

Kita harus yakin, coba lihat masjid di Garegeh yang sedang dalam pembangunan sekarang, awalnya ada dana sekitar 300 juta rupiah, mereka bisa mendapatkan dan mengumpulkan dana besar hingga membeli lahan untuk perluasan, nah, kita juga akan seperti itu dengan kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong, nanti kita bisa galang dana di jalan juga. Kalau untuk mengharapkan dana dari APBD kota pasti terbatas, begitu juga dari dana pokir anggota DPR, maka kita kerja bersama. Alhamdulillah pak walikota mendukung program pembangunan ulang masjid kita ini,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Muhammad Fauzi, S.Ag, M.Pd Tuangku Nan Kayo selaku Wakil Ketua Pengurus Masjid Jami’ Tarok Kota Bukittinggi menyebutkan masjid ini memiliki filosofi bangunan yang perlu dimaknai bersama, hal itu tampak dari keberadaan empat kubah yang berada di sekeliling kubah besar. Empat kubah masjid itu menggambarkan adanya empat Sidang Patang di nagari, yakni Sidang Patang Gurun Panjang, Sidang Patang Padang Gamuak, Sidang Patang Ateh Lurah, dan Sidang Patang Pincuran Gauang, sehingga Masjid Jami’ Tarok diwakili dengan empat kubah masjidnya memperkuat kubah utama yang berada di tengah.

Dikatakan, dulunya masjid ini menjadi pusat segala kegiatan masyarakat di nagari, di samping sebagai sarana ibadah. Jadi, tiap-tiap sudut di masjid ini telah membuktikan adanya hak yang sama dari empat siding patang terhadap masjid. Masjid Jami’ adalah masjid nagari, Masjid Jami’ Tarok adalah salah satu masjid jami’ dari delapan masjid yang ada di nagari Kurai Limo Jorong Kota Bukittinggi.

“Jadi di Masjid Jami’ ini sudah ada sudut-sudut dari masing-masing sidang patang tadi sesuai di atasnya tadi ada kubah masjidnya. Karena masjid jami’ adalah masjid nagari, termasuk delapan masjid jami’ yang ada di Kurai Limo Jorong Bukittinggi ini. Ada di Birugo, Aua Kuniang, Tigo Baleh, Mandiangin, Koto Selayan, Tarok dan Tangah Sawah.

Muhammad Fauzi Tuangku Nan Kayo menambahkan melalui pengurus pembangunan ulang atau pembangunan baru Masjid Jami’ Tarok Kota Bukittinggi nantinya tetap mempertahankan filosofi terhadap Empat Sidang Patang, agar pewarisan nilai sejarah tetap diupayakan dari generasi ke generasi.

“Iya, kita pertahankan sidang patang tadi, tetap dengan kubangnya tadi, ini sejarah dan ada filosofinya,” ucapnya.

Masjid Jami’ Tarok kota Bukittinggi nanti juga memiliki sebuah menara yang akan ditempatkan di sisi masjid megah, akan ada tabuah atau beduk, keramik yang digunakan untuk tampilan masjid akan diusahakan dengan kualitas sangat baik agar jamaah akan merasakan nyaman dan berkesan ketika berada di Masjid Jami’ Tarok Kota Bukittinggi.

Sementara itu, saat ini di Masjid Jami’ Tarok Kota Bukittinggi di tengah realisasi rencana pembangunan ulang atau pembangunan barunya, masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan Balai Nikah yang berada di samping bangunan utama masjid atau di bagian atas tempat wudhu.

Balai Nikah itu sudah dilengkapi dengan satu unit pelaminan dan dinding balai tersebut pun sudah dibaluti tabia atau tirai sehingga prosesi akad nikah berlangsung khidmat dan berkesan adat minangnya, ketika momentum bahagia pasangan calon mempelai itu dilaksanakan maka jepretan foto dan dokumentasi video memiliki nilai estetika dan seni tinggi.

(Munasril BB)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense



×
Berita Terbaru Update