Tiga Terdakwa Narkoba Hingga Seumur Hidup, Penasihat Hukum Malah Minta Klien Dibebaskan
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 4 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
74.669 14.169 58.947 1.558
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Tiga Terdakwa Narkoba Hingga Seumur Hidup, Penasihat Hukum Malah Minta Klien Dibebaskan

Minggu, 04 Juli 2021 | 21:43 WIB Last Updated 2021-07-05T11:49:38Z

Penasihat Hukum terdakwa Yasin Yusuf, Ryadi Permana membacakan pembelaannya, minta kliennya dibebaskan hakim di Pengadilan Negeri Padang, Jumat 2 Juli 2021. (adi hazwar)

Padang, MJNews.ID - Tiga terdakwa kasus narkoba, Yasin Yusuf (39), adiknya Mas’ud (35) dan kekasihnya Suzila (23) dituntut hukuman masing-masing seumur hidup, 15 tahun penjara dan 10 tahun penjara oleh Penuntut Umum Meilya Trisna dan lra Yolanda, Rabu 30 Juni 2021.

Dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pembelaan Jumat 2 Juli 2021 sore, ketiga terdakwa melalui penasihat hukum minta dibebaskan.

Sidang dipimpin hakim Agnes Sirait dan hakim anggota Yose Ana Roslinda dan Leba Max Nandoko.

Sidang berlansung secara virtual, majelis hakim, penuntut umum dan penasihat hukum berada di ruang sidang Pengadilan Negeri Padang. Sedangkan ketiga terdakwa berada di Rutan Anak Air Padang.

Yasin Yusuf dinilai jaksa bersalah melanggar Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), hingga dituntut pidana penjara seumur hidup.

Sementara Suzila dinilai bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang TPPU dan dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, subsidair 6 bulan.
Sedangkan Mas’ud disebut terbukti melanggar Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Pasal 3 jo Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang TPPU dan dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan.

Atas tuntutan itu, meeka pun minta dibebaskan. Suzila melalui PH yang dibacakan secara bergiliran, Syamsiruddin, Bakhtiar Arif Lubis, Amrinizal dan lbnu Fadillah Mirza menyatakan terdakwa Suzila tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan pada dakwaan primer.

“Alasan lainnya disebutkan bahwa di persidangan nyata-nyata terungkap fakta hukum antara lain bahwa Yasin Yusuf dalam kesaksian menerangkan kartu ATM milik terdakwa Suzila untuk kepentingan transaksi jual beli narkoba jenis sabu adalah sama sekali tidak diketahui terdakwa Suzila,“ kata PH.

Kemudian terdakwa Suzila tidak pernah bersepakat dan tidak pernah mendapatkan keuntungan dari hasil transaksi jual beli narkoba jenis sabu yang dilakukan oleh Yasin Yusuf tersebut.

“Terdakwa Suzila telah meminta kartu ATM kepada Yasin Yusuf tetapi Yasin Yusuf tidak mau mengembalikannya dan mengatakan kartu ATM hilang.

Bahkan dikatakan requisitoir yang dibuat dan disusun oleh penuntut umum hanya berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik belaka dan tidak disusun berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan,” lanjutnya.

Apalagi Suzila adalah seorang perempuan berstatus janda beranak satu yang saat ini berusia kurang lebih 5 tahun yang sekarang dirawat oleh neneknya. 

Sebelum terdakwa Suzila kenal dengan Yasin Yusuf, Suzila pernah sempat bekerja di Supermarket Giant untuk menafkahi anaknya tetapi disebabkan kontrak kerja telah habis, maka kemudian akhirnya terdakwa Suzila berhenti bekerja.

Pada pembacaan pledoi terdakwa Yasin Yusuf, PH Ryadi Permana juga minta dibebaskan.

”Berdasarkan uraian fakta yang terungkap di persidangan, fakta-fakta hukum dan fakta yuridis di atas, maka tuntutan JPU dengan dakwaan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika tidak terbukti secara sah dan meyakinkan,” katanya.

Hal yang sama juga dinyatakan PH Tommy terdakwa Mas’ud, adik kandung terdakwa Yasin Yusuf. Tommy juga minta hakim membebaskan terdakwa Mas’ud.

Bahkan Tommy memberi judul pembelaannya, korban penyerobotan hukum. Sembilan bula, keluarganya menunggu di kampung, Silaut Pesisir Selatan dan ada saksi yang mencabut BAP di persidangan dan ada saksi yang meringankan yang ditampilkan di persidangan.

Saksi Irwandi, walinagari di tempat terdakwa Mas’ud tinggal di daerah Silaut menerangkan ekonomi cukup kuat, punya rumah makan, sosok pekerja keras, banyak usaha dan orang berperilaku baik.

Hakim ketua Agnes Sirait memerintahkan JPU memberi tanggapan atas pledoi tersebut, Senin 5 Juli 2021 besok.

(adi)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense



×
Berita Terbaru Update