Truk Alami Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Maut di Panyalaian, Satu Orang Meninggal
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 30 Juli 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
69.983 12.105 56.404 1.474
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Truk Alami Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Maut di Panyalaian, Satu Orang Meninggal

Jumat, 02 Juli 2021 | 14:15 WIB Last Updated 2021-07-02T07:46:53Z

Truk Alami Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Maut di Panurunan Tajam Panyalaian, Satu Orang Meninggal. (mutia)

Panyalaian, MJNews.ID - Sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis 1 Juli 2021 malam, sebuah truk plat B. 9101 BEV dari arah Bukittinggi meluncur seperti tak terkendali di penurunan tajam Pasa Rabaa, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. 

Begitu kencangnya truk yang diduga membawa barang harian, sampai di Jorong Bintungan menabrak satu bis ber plat BM. 7784 JU, merek dinding Bidayatul Hidayah. Bis bermuatan satu keluarga besar berisikan bayi, anak-anak dan orangtua ini setelah ditabrak bis lansung menghantam rumah warga.

Sementara truk terus melaju arah Jorong Ganting, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, baru berhenti depan pom bensin Ganting setelah menabrak warung dan kedai kelontong, tiang listrik juga tiga sepeda motor. Informasi sementara, korban meninggal di bis pesantren dalam peristiwa tersebut atas nama Halomoan Dalimunte.

Menurut Erizal, warga setempat, beberapa penumpang terdiri dari bayi dan anak-anak ada yang mengalami luka berat dan ringan. Ada sekitar dua anak-anak dan satu remaja alami mengalami luka serius.

"Untuk mengeluarkan korban di bis pesantren butuh waktu sekitar dua jam, karena kondisi bis yang rusak parah setelah dihantam truk," ujar Erizal sembari menambahkan jika bis ponpes ini usai menghadiri pesta pernikahan di Pesisir Selatan.

"Semua korban, baik yang meninggal di TKP, luka kritis dan ringan dilarikan ke RSI dan RSU Kota Padang Panjang. Hingga, Jumat 2 Juli 2021 pagi, kita tidak dapat kabar apakah korban yang dilarikan ke rumah sakit semalam ada tambahan meninggal dunia. Termasuk pengemudi sepeda motor," tukuk Erizal. 

Di lokasi truk ini mengakhiri lari kencangnya, lima warung dan satu rumah habis ditabrak. Termasuk beberapa tiang Listrik milik PLN yang ikut tumbang dihantam truk Mitshubisi ini.

"Lima warung ditabrak truk depan Pom Bensin Ganting, masing-masing milik Pak Malin, Rian, Ke, Wira dan Rosnela Wita," ujar Ed, pemilik salah satu rumah di depan Pom Bensin. 

Kata Pak Malin, pemilik Rumah Makan Pak Malin, kita takkan mengizinkan truk Mitshubisi ini dibawa ke Polres sebelum ada penjelasan ganti rugi warung dan rumah dari pemilik truk.

"Pasalnya, sebelum ini peristiwa serupa juga pernah terjadi dan tak ada kejelasan ganti rugi dari pemilik truk," ujar Pak Malin. 

Sementara Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Dedi Antonis, SH menjelaskan, untuk data sementata korban meninggal 1 orang, luka kritis dan ringan 22 orang. Semua korban dirawat di RSI dan RSUD kota Padang Panjang. Untuk warung, ada 5 warung hancur ditambah 1 rumah warga," kata Antoni. 

Walinagari Panyalaian, Rony Dt. Panduko Sirajo menambahkan, di panurunan tajam Pasa Rabaa telah puluhan truk alami rem blong yang merenggut puluhan nyawa, termasuk rumah warga berada di pinggir jalan.

"Di sini, kita minta pihak Dishub lebih teliti mengkeur truk yang suka latah melebihi tonase dalam membawa muatan. Jika boleh, dirute penurunan Pasa Rabaa dibuatkan dinding pengaman, atau trotoar pengaman jalan guna mengatasi keadaan darurat di jalan raya," tegas Rony.

Jika tidak, kejadian serupa akan terus terjadi. Yang rugi, tentu masyarakat kita yang rumahnya persis berada jalan nasional ini. Tidak hanya, korban harta benda, berapa banyak warga kita yang korban sia-sia ulah para pengusaha angkutan yang tidak patuh pada aturan dalam membawa muatan.

"Dalam kurun waktu, satu tahun belakangan sudah tidak teritung lagi kecelakaan terjadi di ruas jalan penurunan Panyalaian ini," ucap Rony dengan mimik sedih.

(mutia)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update