Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm Tiba Lagi di Indonesia
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 3 Agustus 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
73.727 13.899 58.286 1.542
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm Tiba Lagi di Indonesia

Rabu, 14 Juli 2021 | 10:18 WIB Last Updated 2021-07-14T03:18:48Z

Vaksin Covid-19 Sinopharm tiba di Terminal Cargo, Bandara Internasional Soekarno Hatta
Vaksin Covid-19 Sinopharm tiba di Terminal Cargo, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa 13 Juli 2021.

Jakarta, MJNews.ID - Indonesia kembali kedatangan vaksin AstraZeneca. Kali ini berjumlah 3,4 juta melalui COVAX.

“Tiga  juta lebih vaksin AstraZeneca melalui COVAX. Bagian komitmen COVAX facility minimal 20% sasaran vaksin Indonesia. Ini karena Indonesia yang aktif dalam perdamaian,” kata juru bicara pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers virtual, Selasa 13 Juli 2021.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pihaknya bersama Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Kanada bertemu dalam pertemuan COVAX kelima.

“Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai tantangan yang dihadapi COVAX dalam hal pasokan vaksin, sehingga menyebabkan terjadinya keterlambatan pengiriman vaksin kepada peserta COVAX. Termasuk anggota advance market commitment atau AMC di mana Indonesia termasuk di dalamnya,” kata Retno.

Ia menambahkan, COVAX berupaya memasok vaksin ke semua negara, terutama negara berkembang. “Diperkirakan pasokan vaksin akan lebih baik mulai bulan September, Oktober dan seterusnya,” tuturnya dikutip detikcom.

Retno mengatakan, hingga 13 juli 2021 Indonesia sudah menerima vaksin jadi secara gratis dari jalur multilateral 14.704.860 dosis. Pada 12 Juli 2021 Indonesia juga menerima vaksin Sinovac 10.280.000 dosis dalam bentuk bahan baku.

“Dan siang ini 12.05 Indonesia sudah menerima Sinopharm 1.408.000 dosis vaksin jadi. Dengan kedatangan vaksin tersebut maka Indonesia telah mengamankan dan menerima 137.611.540 dosis vaksin baik dalam bentuk bahan baku maupun vaksin jadi,” katanya.

Retno menambahkan dalam beberapa hari ke depan Indonesia juga akan menerima vaksin dose sharing melalui jalur multilateral COVAX facility yaitu moderna dari Amerika Serikat (AS) yang merupakan pengiriman kedua.

“Dose sharing melalui jalur bilateral yaitu dari Jepang yang merupakan pengiriman kedua dan Uni Emirat Arab dan ini pengiriman kedua,” tuturnya.

Vaksin Sinopharm Juga Tiba
Sementara itu, Indonesia kembali menerima vaksin Sinopharm pada Selasa 13 Juli 2021. Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan sebanyak 1,408 juta dosis vaksin berhasil didaratkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

“Ini merupakan bagian dari kedatangan yang ketiga untuk vaksin Sinopharm. Kita memperkirakan dalam tiga hari mendatang akan datang lagi sekitar totalnya dalam tiga hari ini adalah 4 juta dosis vaksin,” ujar Pahala saat menyaksikan kedatangan vaksin Sinopharm di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Selasa 13 Juli 2021.

Pahala menyampaikan Sinopharm merupakan jenis vaksin yang dialokasikan untuk program vaksinasi gotong royong.

Kata Pahala, vaksin Sinopharm yang memiliki efikasi sebesar 79 persen telah digunakan di 56 negara dan memiliki Emergency Use Authorization (EUA) dari WHO. Pahala mengatakan Sinopharm merupakan kerja sama bisnis yang dilakukan anggota holding farmasi yakni PT Kimia Farma (Persero). 

“Kita sudah memiliki kerja sama untuk mendatangkan 15 juta dosis vaksin Sinopharm,” ucap Pahala.

Pahala mengatakan vaksinasi gotong royong merupakan vaksin yang komplementer untuk bisa melengkapi vaksin program pemerintah dalam mengejar percepatan kekebalan komunal. Selain itu juga meringankan beban pemerintah dalam pelaksanaan program vaksinasi.

“Kita optimistis kedatangan vaksin Sinopharm akan menambah optimisme bagi masyarakat dan juga bisa mempercepat program vaksinasi yang ada sehingga kita bisa sesegera mungkin menanggulangi dan juga melawan virus covid-19,” kata Pahala, seperti diwartakan Republika.co.id.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan kedatangan vaksin Sinopharm menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan vaksin bagi masyarakat yang diberikan secara gratis.

Menurut dia, vaksin ini juga menjawab permintaan dan kebutuhan para pelaku usaha untuk melakukan vaksin bagi karyawan dan keluarga karyawan.

Kata Shinta, Kadin mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Bio Farma dan Kimia Farma dalam mendorong perusahaan terlibat menyukseskan program vaksinasi nasional.

“Tujuannya agar kekebalan komunal, khususnya di lingkungan kerja dan merata di seluruh Indonesia, dengan membiayai pembelian vaksin bagi para karyawan dan keluarga karyawan,” ujar Shinta.

Kadin, lanjut Shinta, akan mendukung upaya pemerintah dalam menyelesaikan pandemi covid-19 dan memulihkan kembali perekonomian. Shinta menyebut penanganan sektor kesehatan menjadi kunci utama dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. 

“Kami juga menyiapkan program-program dengan membangun sentra vaksinasi di kawasan industri, membangun rumah darurat oksigen, dan bantuan lain untuk bersama-sama memerangi pandemi,” kata Shinta.

(***)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update