Walikota Sampaikan R-KUA PPAS APBD Bukittinggi TA 2022
×

Adsense

MGID

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 30 Juli 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
69.983 12.105 56.404 1.474
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Walikota Sampaikan R-KUA PPAS APBD Bukittinggi TA 2022

Selasa, 20 Juli 2021 | 19:30 WIB Last Updated 2021-07-21T04:32:39Z

Erman Safar Sampaikan R-KUA PPAS APBD Bukittinggi TA 2022
Walikota Erman Safar Sampaikan R-KUA PPAS APBD Bukittinggi TA 2022. (humas)

BUKITTINGGI, MJNews.ID - Wali Kota Bukittinggi sampaikan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2022 secara resmi melalui rapat paripurna di Gedung DPRD Bukittinggi, Senin 19 Juli 2021.

Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan, menjelaskan, R-KUA PPAS ini, menjadi landasan untuk pemerintah daerah dalam menyusun APBD 2022. Penyusunan APBD didahului dengan penyusunan R-KUA PPAS yang berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Dengan pemahaman yang sama, mengenai tugas dan fungsi masing masing serta dilandasi semangat kebersamaan untuk menjaga kesinambungan pembangunan, proses pembahasan R-KUA PPAS tahun 2022 dapat berjalan lancar,” ujar Herman Sofyan.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, dalam hantaran itu, menyampaikan, R-KUA PPAS 2022 menitikberatkan pada tiga poin utama. Peningkatan pemenuhan pelayanan dasar, penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi dampak Covid-19.

“Pertumbuhan ekonomi Bukittinggi tahun 2020 lalu sebesar 1,74 persen, diperkirakan pada tahun 2021 sebesar 2,67 persen. Pada tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Bukittinggi sebesar 3,00 persen,” ujar Erman Safar.

Untuk pendapatan, lanjut Wako, dalam KUA tahun 2022, ditargetkan sebesar Rp 650 milyar lebih. Pendapatan daerah itu terdiri dari, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp 102 miliar lebih. 

Pendapatan dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp 479 milyar lebih. Lain lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 0, sifatnya menunggu pendapatan transfer dari pusat dalam bentuk lain lain pendapatan sesuai ketentuan.

“Untuk belanja daerah diasumsikan sebesar Rp 1,07 triliun lebih. Belanja ini, meliputi belanja operasi Rp 740 miliar lebih, belanja modal Rp 349 miliar lebih dan belanja tidak terduga Rp 10 miliar lebih,” jelasnya.

Sedangkan untuk pembiayaan daerah pada R-KUA PPAS tahun 2022, diproyeksikan sebesar Rp 53 miliar lebih, yang merupakan proyeksi SILPA tahun sebelumnya, yang terdiri dari pelampauan penerimaan pembiayaan sebesar Rp 13 miliar lebih dan penghematan belanja sebesar Rp 39 miliar lebih.

(ril)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update