Gadis Muda Ini Berusaha Bangkit, Pantang Menjerit Meski Masalah demi Masalah Menghimpit
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Gadis Muda Ini Berusaha Bangkit, Pantang Menjerit Meski Masalah demi Masalah Menghimpit

Minggu, 15 Agustus 2021 | 03:30 WIB Last Updated 2021-08-14T21:04:03Z


Arlinda Devi Utami
Arlinda Devi Utami.

MAGELANG, MJNews.ID - Kehidupan seseorang tak akan ada yang tahu sebelumnya bagaimana jalannya. Nasib seseorangpun berbeda-beda. Ada yang bernasib baik, ada juga yang sebaliknya. Namun urusan kebahagiaan adalah pilihan. Bahagianya seseorang itu tinggal bagaimana merasakan dan menjalaninya, karena harta benda dan kekayaan bukanlah jaminan kebahagiaan.

Seperti nasib seorang gadis remaja yang berparas cantik ini. Mungkin nasibnya tak sebaik dan tak semujur teman-teman seusianya.

Namun gadis ini tak menyerah dengan keadaan. Dia berusaha bangkit dan mandiri di tengah-tengah situasi yang dihadapinya, meskipun masalah demi masalah datang tak henti-hentinya. Namun gadis ini tetap tegar dalam menjalani hidup ini dengan langkah yang tak pernah kenal lelah.

Namanya Arlinda Devi Utami (ADU). Wajahnya cantik. Umurnya 22 tahun. Dia lahir dari pasangan Faizal Aziz (Almh) dan Endang Kusumastuti (Almhm). ADU adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Dua adiknya adalah perempuan dan laki-laki. Adiknya yang perempuan masih kuliah di luar kota. Sedangkan yang laki-laki (adik bungsu) masih sekolah di Sekolah Dasar. Dan ADU sendiri juga masih kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kotanya. 

Sebagai anak tertua, ADU merasa punya tanggung jawab yang lebih besar dibanding adik-adiknya. ADU pun mulai berusaha untuk berbisnis. ADU membikin usaha kecil-kecilan yaitu memproduksi masker dengan merek Dailywear. Tak disangka, karena adanya pandemi Covid-19, penjualannya lumayan banyak.

Sebagai pelaku usaha pemula, ADU bisa mencapai omzet antara Rp. 10.000.000 sampai Rp. 15.000.000. Hal ini tentunya membuat ADU berpikir untuk melebarkan usahanya. ADU juga memproduksi mukena dengan merk yang sama. Dan diapun juga jualan pakaian secara online.
 
Pada bulan April 2020, ayahnya meninggal dunia karena sakit. Sepeninggal ayahnya, ADU hanya tinggal dengan ibu dan kedua adiknya. 

Namun kondisi ibunya pun sakit-sakitan. Ibunya menderita sakit diabetes dan sering sekali keluar masuk rumah sakit. Kondisi seperti ini membuat ADU harus mangalami keterlambatan dalam menempuh mata kuliah karena disamping harus ngurusi usahanya, ADU juga harus mengurus ibunya yang sering keluar masuk rumah sakit. 

Enam bulan setelah ayahnya meninggal, neneknya yng tinggal satu-satunya yang sering membantu mengurus ibunya juga meninggal dunia. Belum hilang rasa sedih karena kehilangan ayah dan neneknya, enam bulan berikutnya, ibunya pun ikut meninggal dunia pada bulan April 2021. 

Saat ini, ADU benar-benar menjadi orang tua bagi kedua adiknya. Dia harus memenuhi semua kebutuhan adik-adiknya. Baik kebutuhan hidup sehari-hari maupun biaya pendidikan bagi dirinya dan kedua adiknya. 

Ditemui di rumahnya di Dusun Punduhsari, Desa Tempurejo Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu 14 Agustus 2021, gadis ini tampak, ceria dan tersenyum.

Ditanya tentang bagaimana usahanya setelah mengalami masalah demi masalah, dia memyampaikan bahwa usahanya lancar-lancar saja meskipun belum menunjukkan peningkatan. 

Dia berharap semoga pandemi segera berakhir supaya usahanya semakin maju agar bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan bisa membiayai sekolah adik-adiknya dan berharap pula kuliahnya bisa secepatnya selesai.

(YK)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update