Harga Cabai Anjlok, Petani Purworejo Mengeluh bahkan Bangkrut Gulung Tikar
×

Adsense

Adsense

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 21 September 2021


Positif Kasus Aktif Sembuh Meninggal
88.879 1.915 84.873 2.091
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Harga Cabai Anjlok, Petani Purworejo Mengeluh bahkan Bangkrut Gulung Tikar

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 19:30 WIB Last Updated 2021-08-28T13:38:54Z

Wagiyono
Kepala Desa Karangetas, Wagiyono di lahannya.

PURWOREJO, MJNews.ID - Di tengah-tengah pandemi seperti ini, para petani mengeluhkan harga cabai yang saat ini naik turun hingga tidak stabil. Sebagian masyarakat khususnya di Desa Karangetas, Kecamatan Pituruh, Purworejo, Jawa Tengah meminta kepada pemerintah daerah untuk membantu para petani yang saat ini merasa kecewa bahkan banyak yang gulung tikar.

Kemudian banyak cabai yang tidak dipetik dan dibiarkan begitu saja sampai membusuk dikarenakan biaya perawatan dari pupuk hingga penyemprotan dan setiap hari harus menyiraminya tidak cocok dengan hasilnya.

Ketika ditemui awak media di sekitar persawahan, seorang warga sekaligus Kepala Desa Karangetas, Wagiyono, 47, yang punya lahan cukup luas dan sudah bercocok tanam sejak usia muda, baru kali ini benar-benar mengeluh dengan hargai cabai besar Rp. 3.000 per kilo, cabai keriting Rp. 4.500 per kilo, harga cabai rawit Rp. 7.000 per kilo.

Sekitar sebulan yang lalu, harga masih lumayan sehingga kami memanenya, kita jual ke penebas. 
 
"Sudah 3 hari ini cabai harusnya sudah dipanen," kata Wagiyo.

"Biarkanlah sampai kering, ngak pa-pa, karena saya malas tidak cocok tenaga yang dikeluarkan dengan hasilnya," bebernya.
 
Sedikit pesan dari Wagiyono kepada Dinas terkait untuk membantu dan memperhatikan kondisi para petani yang saat ini banyak mengeluh karena anjloknya harga cabai yang turun drastis. 

"Mudah-mudahan ada kebijakan keajaiban dari pemerintah daerah untuk membantu menyetabilkan harga cabai di pasaran," pungkasnya.

(Alex)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update