Kemenhub Jalin Kerja Sama dengan ICAO dan IATA
×

Adsense

Adsense Mobile

Adsense

Kemenhub Jalin Kerja Sama dengan ICAO dan IATA

Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:00 WIB Last Updated 2021-08-25T11:00:00Z


Heri Sudarmaji
Heri Sudarmaji.

Jakarta, MJNews.ID - Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) melalui Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU) jalin kerjasama dengan lembaga penerbangan sipil dunia (ICAO dan IATA). Tujuannya, meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) bidang transportasi udara dikancah global.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU), Heri Sudarmaji, Selasa 24 Agustus 2021, di Jakarta mengatakan, PPSDMPU merupakan unit kerja dengan tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang transportasi udara bersama delapan Unit Pelaksana Teknis (UPT) matra udara. Yakni PPI Curug, Poltekbang Surabaya, Poltekbang Makassar, Poltekbang Medan, Poltekbang Jayapura, Poltekbang Palembang, API Banyuwangi dan BP3 Curug.

Heri mengungkapkan, tahun 2014 PPSDMPU telah memperoleh Full Member ICAO Trainair Plus Program (ICAO TPP) melalui Global Aviation Training (GAT) dengan mengimplementasikan panduan ICAO Trainair Plus dalam penyelenggaraan pelatihan kompetensi teknis serta program penjaminan mutu pendidikan dan pelatihan penerbangan.

Dikatakan, target capaian PPSDMPU tahun 2022 adalah meningkatkan level keanggotaan ICAO Trainair Plus menuju Training Center of Excellence (Platinum Membership) untuk kawasan Asia Pasifik dan memberikan bantuan pelatihan (fellowship training) kepada negara sahabat dan negara anggota ICAO dengan kuota sebanyak 138 peserta selama tiga tahun yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 hingga Oktober 2023.

"Melalui program ICAO Developing Countries Training Programme (DCTP) yang telah di publikasikan secara internasional melalui ICAO Global Aviation Training (GAT), dan pada tahun 2021 menargetkan perolehan Aviation Security Training Center (ASTC) untuk kompetensi bidang Aviation Security, guna mampu bersaing dengan SAA Singapura dan IAAA Korea Selatan," tutur Heri.

Selain itu, jelas Heri, PPSDMPU melalui skema Kerjasama Selatan Selatan Triangular (KSST) - Indonesia Fellowship Training Program periode 2012-2018 telah bekerjasama dengan ICAO-TPP menyelenggarakan Capacity Building berupa pelatihan kompetensi SDM penerbangan kepada 125 peserta yang berasal dari Afganistan, Banglades, Bhutan, Bostwana, Cambodia, Egypt, Ethiopia, Fiji, Iran, Kenya, Kyrgistan, Laos, Madagskar, Kenya, Maldives, Mauritius, Mexico, Nepal, Myanmar, Palestine, Seychelles, Srilanka, Sudan, Suriname, Tajikistan, Thailand, Timor Leste, Ukraine dan Vietnam.

Dikemukakan, dalam melaksanakan pelatihan kompetensi SDM penerbangan, PPSDMPU menggunakan skema ICAO-TPP sebagai implementasi MoU antara Dirjen Perhubungan Udara-Kemenhub dengan Sekretaris Jenderal ICAO tentang Training Service Agreement (TSA) yang diberikan kepada Inspektur Penerbangan, Dosen dan Instruktur di lingkungan Kemenhub sebanyak 150 peserta pada tahun 2019 dan sebanyak 477 peserta pada tahun 2020.

Terkait capaian tersebut, ungkap Heri, Indonesia dilaporkan sebagai penyelenggara pelatihan program ICAO Trainair Plus dengan peserta terbanyak di dunia pada tahun 2020.

Capaian PPSDMPU lainnya, lanjut Heri, yakni telah menghasilkan 5 Standar Training Package (STP) yaitu Ramp Safety Awareness, Area Control Surveillance Refresher, Foam Tender Operation and Defense Driving, Aerodrome Control Refresher dan Aviation Fire Fighting Foam Evaluation yang telah disertifikasi oleh ICAO Trainair Plus.

"STP ICAO Trainair Plus dimaksud dapat digunakan sebagai rujukan penyelenggaraan pelatihan kompetensi SDM penerbangan di seluruh dunia dan disirkulasikan melalui ICAO - Global Aviation Training secara internasional," ujarnya.

Pada awal tahun 2020, terang Heri, PPSDMPU juga telah menjadi Authorized Training Center (ATC) - International Air Transport Association (IATA) dengan 26 jenis program pelatihan yang telah disertifikasi sesuai standar IATA. 
Pada tahun 2021 PPSDMPU bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai satelite telah menyelenggarakan beberapa pelatihan antara lain Aviation Safety Fundamental, Safety Management System dan Dangerous Good sebanyak 254 peserta dengan 14 instruktur lokal yang bersertifikat IATA.

"Saat ini IATA sedang melaksanakan proses bilingualisasi modul untuk mempermudah transfer of knowledge dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan SDM penerbangan dengan target jumlah peserta pada tahun 2021 sebanyak 1.159 peserta," tambah Heri.

(***)
loading...

Iklan Kiri Kanan



Iklan Adsense

×
Berita Terbaru Update